KHAIDIR MUHAJ BLOG'SITE
Tempat Asuhan Keperawatan dan Materi Kuliah Keperawatan

GAGAL JANTUNG KONGENITAL PADA ANAK DAN BAYI

Pengertian.
Gagal jantung adalah keadaan jantung yang memberikan sindrom
klinik akibat ketidak mampuan jantung memompakan darah secara
adekuat, untuk memenuhi kebutuhan metabolisme badan meskipun alir
balik masih baik.

Patofisiologi.
Patofisiologi gagal jantung belum jelas diketahui seluruhnya. Ada 4
unsur dasar yang menentukan baik tidaknya prilaku jantung yaitu yang
disebut preload, afterload, kontraktilitas, dan frekuensi jantung.

Beberapa mekanisme adaptasi terjadi pada gagal jantung
diantaranya ialah:
1) Faktor mekanisme berupa hipertrofi dan dilatasi. Hipertrofi ventrikel
karena hiperplasia yang menyebabkan otot jantung bertambah tidak
sebanding dengan jumlah kapiler dan suplai oksigen akan
mengakibatkan insufisiensi koroner relatif. Otot jantung yang
hipertrofik masih bekerja baik pada keadaan kompensasi dibandingkan
dengan keadaan sudah dekompensasi. Bila mekanisme hipertrofi ini
tidak memadai sesuai dengan hukum Starling, maka akan terjadi
dilatasi.
2) Faktor biokimia. Terdapat perubahan biokimia, sampai saat ini masih
terus diselidiki mengenai produksi energi, penyimpanan dan
penggunaannya. Demikian pula mengenai myofibrillar adenosine
triphosphatese activity dan mekanisme kontraksi miokardium serta
meningkatnya konsumsi oksigen.
3) Peranan sistem saraf adrenergik. Cadangan norepineprin dalam otot
jantung berkurang mungkin karena kesanggupan ujung saraf untuk
mengambil serta mengikat norepineprin berkurang atau berkurangnya
jumlah ujung saraf dalam miokard. Walaupun respons kronotropik dan
intropik terhadap rangsangan simpatis menurun, namun respons
terhadap noradrenalin yang diberikan dari luar masih normal.
Bertambahnya rangsangan simpatis, dengan cara meninggikan
kontraksi dapat memperbaiki keadaan gagal jantung, seta berkurangnya
peredaran darah tepi dan ginjal untuk menambah sirkulasi ke daerah
vital. Reseptor alfa berfungsi pada sirkulasi tepi dan reseptor beta untuk
meninggikan frekuensi dan kontraksi ventrikel. Dengan pemberian obat
pemblok beta ( propranolol, praktolol dsb ) maka gagal jantung
bertambah nyata. Metabolisme katekolamin bertambah pada gagal
jantung yang terbukti dari ekskresinya yang meningkat dalam urine.
4) Peranan ginjal. Kegagalan ginjal untuk mengeluarkan natrium dan air
karena:
a) Bertambahnya reabsorbsi natrium pada tubulus.
b) Aliran darah ke ginjal relatif menurun sehingga laju filtrasi
glomerolus menurun dan produksi urine berkurang.
c) Peningkatan rangsangan simpatis.
d) Menurunnya aliran darah ke ginjal akan merangsang pengeluaran
renin yang selanjutnya melalui angiotensin akan mengakibatkan
rangsangan pembentukan aldosteron.

Untuk selengkapnya silahkan Download format pdf
0 komentar:
[Make Your Own] by Khaidir Muhaj | [Close]

Selamat Datang !!

selamat berkunjung di blog saya yang sederhana ini, semoga yang teman cari ada disini, silahkan copy paste artikel dalam blog ini, dgn menyertakan atau tdk menyertakan sumbernya, dan jangan lupa sebagai tanda persahabatan & terimakasih isilah buku tamu.

My Family

My Family
Alumni SPK Kesdam VI/TPR Banjarmasin. Alumnus Politeknik kesehatan Banjarmasin program khusus PKM Rantau. Seorang PNS PemKab. Tapin, Unit Kerja Puskesmas Lokpaikat - Rantau - Kalsel .

Yang Sedang Berkunjung

Anda Pengunjung Yang Ke

TERIMA KASIH

Telah berkunjung, mohon maaf jika terdapat kekurangan dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan tidak dapat memenuhi permintaan & pertanyaan teman teman, karena saya juga dalam proses pembelajaran dan terus akan belajar. dan seandainya artikel ini bermanfaat itu semata-mata hanya karena Allah SWT guna tercapainya keperawatan yang profesional. serta jangan lupa isi buku tamu, semoga sukses!

Pengikut