KHAIDIR MUHAJ BLOG'SITE
Tempat Asuhan Keperawatan dan Materi Kuliah Keperawatan

MENGUKUR SUHU BADAN PADA BAYI/ANAK

10:42
PENGERTIAN
  • Mengukur suhu badan bayi/anak dgn thermometer

TUJUAN
  • Mengetahui suhu badan bayi/anak untuk menentukan tindakan perawatan & membantu diagnosa.

DILAKUKAN KEPADA
  • Setiap bayi/ anak yg baru dirawat
  • Setiap pasien secara rutin
  • Pasien tertentu sesuai kebutuhan
Untuk Selengkapnya Silahkan :
Read On 0 komentar

PERAWATAN BAYI DALAM INKUBATOR

10:18
PENDAHULUAN
  • Inkubator mrpkn salah satu (cara ke 4) dr lima cara menghangatkan & mempertahankan suhu tubuh (kontak skin dg skin; kangaroo mother care/KMC;pemancar panas; ruangan yg hangat)

  • Dimana sebelumnya & sesudahnya dilakukan monitoring & evaluasi pengukuran suhu tubuh

TUJUAN :
  1. Penghangatan berkelanjutan bayi 
  2.  Dengan berat badan < 1500 gr yang tidak dapat dilakukan kangaroo mother care/KMC Untuk bayi sakit berat : sepsis, gangguan nafas berat
 CARA MENGGUNAKAN
  1. • Bersihkan inkubator dg desinfektan stp hari, & bersihkan scr keseluruhan stp minggu a/ stp akan digunakan 
  2. • Tutup matras dg kain bersih 
  3. • Kosongkan air reservoir, dpt tumbuh bakte-ria yg berbahaya dlm air & meyerang bayi 
  4. • Atur suhu sesuai dg umur & BB bayi (lihat tabel) 
  5. • Hangatkan inkubator sebelum digunakan  
  6. • Bila diperluksan lakukan pengamatan seluruh tubuh bayi a/ terapi sinar, lepas semua pakaian bayi & segera diberikan pakaian kembali stlh selesai 
  7. • Tutup indikator scpt mungkin, jaga lubang selalu tertutup agar inkubator tetap hangat 
  8. • Gunakan satu inkubator u/ satu bayi
Untuk Selengkapnya Silahkan:
download Format Ppt

Daftar Pustaka:

  • IDAI, MNH-JHPIEGO, Depkes RI, 19992000; 2002-2005, Maternal & Neonatal Health :Buku Panduan, Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir Untuk Dokter, Perawat, Bidan di RumahSakit Rujukan Dasar, Jakarta
Read On 1 komentar

Tahi Lalat Gatal, Kapan Perlu Diwaspadai?

17:13
By Petti Lubis - VIVAnews

Tahi lalat atau andeng-andeng merupakan kumpulan sel-sel pigmen yang
berwarna lebih gelap daripada bercak-bercak di kulit.
Pada dasarnya, tidak semua tahi lalat berbahaya.
Namun, bila ada perubahan yang signifikan pada tahi lalat Anda,
sebaiknya hati-hati, karena ada kemungkinan bisa mengarah menjadi tumor kulit atau kanker.

Kapan harus diwaspadai?
- Jika bentuk tahi lalat menjadi tidak rata (asimetris).
- Tepi tahi lalat tidak beraturan.
- Tahi lalat meradang dan terasa gatal, serta terjadi perubahan
warna.
- Membesar dalam waktu singkat (terjadi perubahan diameter).

Apa yang harus dilakukan?
Sebaiknya periksakan diri ke dokter kulit untuk memastikan
kelainan tahi lalat tersebut. Cara untuk memastikan apakah tahi lalat
itu termasuk tumor jinak atau ganas adalah dengan biopsi
(pengambilan jaringan).

Yang perlu Anda tahu, tingkat keganasan tumor pada tahi lalat
sangat bervariasi. Ada yang tidak menyebar, ada pula yang bisa
menyebar cepat. Sehingga mampu berkembang hingga bisa
menutupi wilayah sekitar tumbuhnya dengan cepat. Karena itu
dalam beberapa bulan, tahi lalat sudah bisa menjalar ke wilayah
lainnya pada tubuh ataupun wajah.
Read On 1 komentar

SYOK

14:50
Syok merupakan keadaan gagalnya sirkulasi darah secara tiba-tiba akibat gangguan peredaran darah atau hilangnya cairan tubuh secara berlebihan. Sirkulasi darah berguna untuk mengantarkan oksigen dan zat-zat lain ke seluruh tubuh serta membuang zat-zat sisa yang sudah tidak diperlukan. Oleh karena itu, kegagalan sirkulasi sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian.

Syok dapat disebabkan oleh kegagalan jantung dalam memompa darah, pelebaran pembuluh darah yang abnormal, dan kehilangan volume darah dalam jumlah besar. Keadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari tahap kompensasi (masih dapat ditangani oleh tubuh), dekompensasi (sudah tidak dapat ditangani oleh tubuh), dan ireversibel (tidak dapat pulih). Tahap kompensasi adalah tahap awal syok saat tubuh masih mampu menjaga fungsi normalnya.

Tanda atau gejala yang dapat ditemukan pada tahap awal seperti kulit pucat, peningkatan denyut nadi ringan, tekanan darah normal, gelisah, dan pengisian pembuluh darah yang lama, CRT (untuk bayi dan anak-anak). Gejala-gejala pada tahap ini sulit untuk dikenali karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal.

Pada tahap dekompensasi, tubuh tidak mampu lagi mempertahankan fungsi-fungsinya. Yang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga organ-organ vital yaitu dengan mengurangi aliran darah ke lengan, tungkai, dan perut dan mengutamakan aliran ke otak, jantung, dan paru. Tanda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang hebat, peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, kulit dingin, pucat, serta kesadaran yang mulai terganggu.

Jika tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin, maka aliran darah akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Mekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran darah ke otak dan jantung sehingga aliran ke organ-organ seperti hati dan ginjal menurun. Hal ini yang menjadi penyebab rusaknya hati maupun ginjal. Tahap ini disebut tahap ireversibel. Walaupun dengan pengobatan yang baik sekalipun, kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki.

Kekerasan merupakan penyebab tersering dari syok, (maksudnya perdarahan hebat karena benda tajam). Dalam penanganan syok, istilah “Golden Hour” menandakan waktu yang diperlukan mulai dari cedera yang dialami hingga pasien berada di meja operasi. ”Golden Hour” ini adalah waktu kritis atau waktu optimal untuk memberikan pertolongan kepada pasien dengan syok sehingga pasien dapat sembuh tanpa adanya cacat atau kelainan yang berarti.

Sebagai penolong yang berada di tempat kejadian, hal yang pertama-tama dapat dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok adalah :
1. Danger à melihat keadaan sekitar apakah berbahaya, baik untuk penolong maupun yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api)
2. Jaga jalan napas korban (sesuai dengan cara yang dibahas di materi RJP)
3. Cegah perdarahan yang berlanjut dengan balut tekan dan peninggian
4. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi
5. Jaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut)
6. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis tiba. Periksa kembali denyut jantung suhu dan pernapasan korban setiap 5 menit.

Macam-macam syok yang paling berbahaya :
Syok anafilaktik
Syok anafilaktik merupakan reaksi alergi berat terhadap protein asing, baik yang berasal dari obat-obatan, serangga, ataupun makanan. Syok anafilaktik tergolong kegawatdaruratan dan karena itulah maka penanganan segera perlu dilakukan untuk mencegah kematian.

Gejala-gejala yang dialami korban :
Kulit :
• Hangat, rasa tertusuk pada mulut, wajah, dada, kaki dan tangan
• Gatal, kemerahan
• Bengkak pada lidah, wajah, tangan dan kaki
• Kebiruan
• Pucat

Saluran pernapasan :
• Bengkak pada mulut, lidah atau tenggorokan yang menghalangi jalan napas
• Nyeri, rasa diremas di dada
• Batuk, hilang suara
• Suara napas berbunyi, mengorok

Sirkulasi :
• Peningkatan denyut jantung
• Penurunan tekanan darah
• Pusing
• Sulit tidur

Gejala umum :
• Gatal, mata berair
• Sakit kepala
• Penurunan kesadaran

Tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Lakukan tindakan pertolongan awal. Persiapan Bantuan Hidup Dasar
2. Pemberian oksigen murni (jika tersedia)
3. Pemberian obat-obatan seperti suntikan epinefrin atau antialergi (tergantung peraturan daerah setempat)

Jika syok yang terjadi disebabkan oleh sengatan serangga maka tindakan pengikatan di antara tempat gigitan dan jantung dapat dilakukan untuk mencegah racun serangga masuk ke dalam peredaran darah menuju jantung

Sumber lengkapnya klik disini
Read On 3 komentar

ASKEP PADA BAYI DGN KOMPLIKASI

14:44
TRANSISI KE KEHIDUPAN EKSTRA UTERIN

1. Transisi Normal
2. Transisi Disfungsional

TRANSISI NORMAL :
Dalam sejarah persalinan & kelahiran selalu dilihat
dari persfektif ibu, hanya baru2 ini saja dilihat
dari pengalaman ayah,yg belum dicatat
pengalaman melahirkan dari persfektif janin atau BBL

Perlu pengetahuan perubahan kardiovaskuler & biokemiawi untuk menyelamatkan kelahiran

TRANSISI DISFUNGSIONAL
Pertama dalam kehidupan bayi adalah bayi pindah
dari rahim ibu ke lingkungan diluar rahim, pd
periode ini asfeksia sering terjadi sehingga membutuhkan resusitasi

ASFIKSIA ADALAH :
Interupsi pertukaran gas baik di placenta ataupun di paru
yg mengakibatkan hyperkarbia, hypoximia, & asidosis.
Penatalaksanaan bayi aspeksia secara cepat mempengaruhi kualitas kehidupan bayi

Untuk selengkapnya silahkan download Format ppt

Untuk selengkapnya silahkan download Format pdf
Read On 0 komentar

ASKEP BBL

14:19
PENGERTIAN
Bayi baru lahir adalah hasil konsepsi yang baru keluar dari rahim seorang ibu melalui jalan kelahiran normal atau dengan bantuan alat tertentu sampai usia satu bulan.
Bayi baru lahir normal adalah bayi baru lahir dengan berat badan antara 2500 gram sampai dengan 4000 gram dengan lama kehamilan antara 37 – 42 minggu.

FIOLOGIS NEONATUS
1. Dilahirkan pada umur kehamilan antara 37 -42 minggu
2. Berat badan lahir antara 2500 gram – 4000 gram
3. Panjang badan pada waktu lahir antara 48 cm – 52 cm
4. Lingkar dada antara 30 cm – 38 cm
5. Lingkar kepala antara 33 cm – 35 cm
6. Kulit kemerahan dan licin mempunyai jaringansubcutan cukup terbentuk dan diliputi vernik caseosa
7. Lanugo tidak seberapa lagi hanya pada bahu dan punggung
8. Pada dahi jelas perbatasan timbulnya rambut kepala
9. Tulang rawan pada hidung dan telinga sudah tumbuh jelas
10. Kuku telah melewati ujung jari
11. Menangis kuat
12. Reflek mengisap baik
13. Pernapasan berlangsung baik berkisar antara 40 – 60 kali per menit
14. Bunyi jantung normal berkisar antara 120 – 140 kali per menit
15. Alat pencernaan mulai berfungsi sejak dalam kandungan ditandai dengan adanya / keluarnya mekonium dalam 24 jam pertama
16. Alat perkelaminan sudah berfungsi sejak dalam kandungan ditandai dengan keluarnya air kemih setelah 6 jam pertama kehidupan
17. Pada bayi laki-laki testis sudah turun kedalam skrotum dan bayi perempuan labia minora ditutupi oleh labia mayora
18. Anus berlobang


IV. PENATALAKSANAAN AWAL PADA BAYI BARU LAHIR FISIOLOGIS
 Mencegah Pelepasan Panas yang berlebihan
Segera setelah bayi baru lahir, upayakan untuk mencegah hilangnya panas dari tubuh bayi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengeringkan tubuh bayi
Segera setelah bayi lahir letakan pada perut ibu kemudian keringkan kepala dan tubuh bayi dari cairan ketuban atau cairan lain yang membasahi tubuh bayi dengan mengunakan handuk atau kain bersih.

2. Selimuti bayi terutama bagian kepala bayi dengann kering
Bagian kepala bayi mempunyai permukaan yang paling luas dibandingan dengan seluruh tubuh bayi, sehingga bila permukaan kepala tidak ditutupi bayi akan kehilangan panas tubuhnya secara cepat.
3. Ganti handuk atau kain yang basah
Handuk atau kain basah yang melekat pada tubuh bayi akan menurunkan suhu badan bayi sehingga bayi menjadi hipotermi.
4. Jangan menimbang bayi dalam keadaan tidak berpakaian
Menimbang bayi segera setelah lahir, apabila dalam keadaan tidak berpakaianjuga beresiko menyebabkan hi9langnya panas dari tubuh bayi.
5. Jangan memandikan bayi setidaknya hingga 6 jam setelah persalinan.
6. Lingkungan yang hangat
Letakkan bayi pada luingkungan yang hangat dan sangat dianjurkan untuk meletakkan bayi dalam dekapan ibunya.
7. Kontak dini / IMD
Segera setelah bayi lahir diletakkan diatas dada / perut ibu tanpa dibatasi kain dan iarkan bayi mencari putting susu ibunya dan dalam dekapan ibunyabayi kan merasa hangat juga melatih reflek isap bayi.

 Bebaskan / bersihkan Jalan Napas
Bersihkan jalan napas bayi dengan cara mengusap mukanya dengan kain atau kasa yang bersih dari darah atau lender segera setelah kepala bayi lahir.


 Rangsangan taktil
Mengeringkan tubuh bayi pada dasarnya adalah tindakan rangsangan. Untuk bayi yang sehat, prosedur tersebuty sudah cukup unutk merangsang upaya napas.

 Perawatan tali pusat
Punting tali pusat yang sudah diikat dibungkus dengan kasa kering DTT /steril dan pastikan tetap kering.

 Pencegahan infeksi pada mata
Berikan tetes mata atau salep mata antibiotic dalam 2 jam post partum.

 Pencegahan pendarahan pada bayi baru lahir
Untuk mencegah terjadinya perdarahan pada bayi baru lahir, semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberikan vitamin K peroral 1 mg per hari selama 3 hari atau injeksi vitamin K 1 mg secra IM.

 Laktasi
Tujuannya yaitu :
1. Melatih reflek isap bayi
2. Membina hubungan psikologis ibu dan anak
3. Membantu kontraksi uterus melalui rangsangan pada puting susu
4. Member ketenangan pada ibu dan perlindungan bagi bayinya
5. Mencegah hilangnya panas yang berlebihan pada bayi
6. Member kesempatan pada suami / keluarga untuk mengetahui keadaan ibu dan bayinya.

Untuk selengkapnya silahkan download Format ppt

Untuk selengkapnya silahkan download Format pdf

DAFTAR PUSTAKA

1. Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba. SpOG. Ilmu kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.
2. Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2002, Yayasan Bina Pusaka. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
3. Asuhan Persalinan Normal 2001.
Read On 0 komentar

BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR(

14:04
A. KONSEP DASAR
Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2.500 gram (sampai dengan 2.499 gram) (Sarwono, Prawironardjo, 2006).
Sejak tahun 1961 WHO telah mengganti istilah premature dengan bayi berat lahir rendah (BBLR). Hal ini dilakukan karena tidak semua bayi yang berat kurang dari 2.500 gram pada waktu lahir bayi premature (Mochtar, Rustam, 1998).

Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat lahir rendah dibedakan dalam :
1. Bayi berat lahir rendah (BBLR), berat lahir 1.500-2.500 gram.
2. Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), berat lahir < 1.500 gram.
3. Bayi lahir ekstrem rendah (BBLER) berat lahir < 1.000 gram.

B. KLASIFIKASI
Bayi berat lahir rendah (BBLR) dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Prematuritas murni, yaitu bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu dan berat badan sesuai berat badan untuk usia kehamilan (NBK-KMK).
2. Dismaturitas, yaitu bayi dengan berat badan kurang, dari berat badan yang seharusnya untuk usia kehamilan, ini menunjukkan bayi mengalami retardasi pertumbuhan intrauterine (NKB-SMK).

C. ETIOLOGI
1. Faktor Ibu
a. Toksemia gravidarum (pre-eklampsia dan eklampsia)
b. Riwayat kelahiran premature sebelumnya, perdarahan antepartum dan malnutrisi, anemia sel sabit.
c. Kelainan bentuk uterus (misal : uterus bikurnis, inkompeten serviks).
d. Tumor (misal : mioma uteri, eistoma).
e. Ibu yang menderita penyakit antara lain :
1) Akut dengan gejala panas tinggi (misal : tifus abdominalis dan malaria).
2) Kronis (misal: TBC, penyakit jantung, hipertensi, penyakit ginjal (glomerulonefritis akut).
f. Trauma pada masa kehamilan antara lain jatuh.
g. Kebiasaan ibu (ketergantungan obat narkotik, rokok dan alkohol)
h. Usia ibu pada waktu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
2. Faktor Janin
a. Kehamilan ganda.
b. Hidramnion.
c. Ketuban pecah dini.
d. Cacat bawaan, kelainan kromosom.
e. Infeksi (misal : rubella, sifilis, toksoplasmosis).
f. Insufensi plasenta.
g. Inkompatibilitas darah ibu dari janin (faktor rhesus, golongan darah A, B, dan O)
3. Faktor Plasenta
a. Plasenta privea.
b. Solusi plasenta.
4. Faktor lingkungan
Radiasi atau zat-zat beracun.
5. Keadaan sosial ekonomi yang rendah
6. Kebiasaan : pekerjaan yang melelahkan dan merokok

D. TANDA DAN GEJALA
1. Umur kehamilan sama dengan atau kurang dari 37 minggu.
2. Berat badan sama dengan atau kurang dari 2.500 gram.
3. Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46 cm, lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33 cm, lingkar dada sama dengan atau kurang dari 30 cm.
4. Rambut lunugo masih banyak.
5. Jaringan lemak subkutan tipis atau kurang.
6. Tulang rawan daun telinga belum sempurna pertumbuhannya.
7. Tumit mengkilap, telapak kaki halus.
8. Genetalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh labia mayora, klitoris menonjol (pada bayi perempuan). Testis belum turun ke dalam skrutom, pigmentasi dan rugue pada skorutom kurang (pada bayi laki-laki).
9. Tonus otot lemah sehingga bayi kurang aktif dan pergerakannya lemah.
10. Fungsi syaraf yang belum atau tidak efektif dan tangisnya lemah.
11. Jaringan kelenjar mammae masih kurang akibat pertumbuhan otot dan jaringan lemak masih kurang.
12. Verniks kaseosa tidak ada atau sedikit bila ada.

E. PENATALAKSANAAN
Perawatan pada bayi berat lahir rendah (BBLR) :
1. Mempertahankan suhu tubuh dengan ketat. BBLR mudah mengalami hipotermi, oleh sebab itu suhu tubuhnya harus dipertahankan dengan ketat.
2. Mencegah infeksi dengan ketat. BBLR sangat rentan dengan infeksi, perhatikan prinsip-prinsip pencegahan infeksi termasuk mencuci tangan sebelum memegang bayi.
3. Pengawasan nutrisi/ASI. Refleks menelan BBLR belum sempurna, oleh sebab itu pemberian nutrisi harus dilakukan dengan cermat.
4. Penimbangan ketat. Perubahan berat badan mencerminkan kondisi gizi/nutrisi bayi dan erat kaitannya dengan daya tahan tubuh, oleh sebab itu penimbangan berat badan harus dilakukan dengan ketat.
5. Kain yang basah secepatnya diganti dengan kain yang kering dan bersih, pertahankan suhu tetap hangat.
6. Kepala bayi ditutup topi, beri oksigen bila perlu.
7. Tali pusat dalam keadaan bersih.
8. Beri minum dengan sonde/tetes dengan pemberian ASI.
9. Bila tidak mungkin infuse dekstrose 10% + bicabornas natricus 1,5% = 4 : 1, hari 1 = 60 cc/kg/hari (kolaborasi dengan dokter) dan berikan antibiotik.

DAFTAR PUSTAKA

1. Mochtar, Rustam. 1998. Sinpsi Obstetri Jilid I. Jakarta: EGC.

2. Manuaba, IBG. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: EGC.

3. Sarwono, Prawironardjo. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: YBPSP.
Read On 0 komentar

KEHAMILAN

13:59
KONSEP DASAR
A. PENGERTIAN
1. Kehamilan adalah proses mata rantai yang berkesinambungan terdiri dari ovulasi (pelepasan Ovum) terjadi migrasi spermatozoa dari ovum. Terjadinya konsepsi dan pertumbuhan zigot terjadi nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasenta dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm (Manuaba, Ida Bagus Gede, 1998).
2. Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (Saifudin, Abdul Bani,dkk.2001).
3. Menurut Mochtar Rustam, 1998, kehamilan adalah periode dimana ovum yang telah dibuahi berkembang sampai bisa menunjang sendiri kehidupan di luar uterus. Kehamilan trimester I adalah kehamilan dengan usia 0 – 12 minggu, trimester II adalah usia kehamilan 12 – 28 minggu dan trimester III adalah usia kehamilan 28 – 4 minggu.

B. TUJUAN ASUHAN ANTENATAL
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayinya.
2. Meningkatkan dan memepertahankan kesehatan ibu dan bayinya secara fisik, mental dan social.
3. Mengenal secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat openyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif.
5. Memepersiapkan peran ibu dan keluarga dalam penerimaan kelahiran bayinya agar dapat tumbuh kembang secara normal.
(saefudin, Abdul Bari dkk. 2001).

C. TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN YANG LAZIM TERJADI PADA KEHAMILAN TRIMESTER II DAN PENATA LAKSANAANNYA.
1. Pusing
Pusing yang dialami oleh ibu hamil adalah normal dan bisa diatasi dengan minum air putih hangat, pijatan ringan pada leher dan otot bahu, teknik relaksasi (menarik napas dalam), jangan langsung bangun dari tempat tidur, dan hindari berdiri terlalu lama dalam lingkungan yang hangat dan sesak.
2. Perubahan Kulit
Beritahukan pada ibu bahwa perubahan warna kulit lazim terjadi pada wanita hamil normal, umumnya terjadi pada bagian wajah dan areal mammae. Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Perubahan kulit ini dapat diatasi dengan menghindari sinar matahari berlebihan, dan mengunakan bahan pelindung non-alergis. Perubahan ini akan hilang setelah berakhirnya kehamilan.
3. Sakit Punggung
Jelaskan kepada ibu bahwa kerangka janin berkembang dengan cepat hal ini menyebabkan bagian kalsium dari ibu digunakan untuk pembentukannya. Anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium seperti susu, menghindari pekerjaan berat dan jangan membungkuk ketika mengangkat suatu benda maupun mengambil benda dilantai.
4. Konstipasi
Dapat diatasi dengan :
a) Konsumsi makanan yang berserta seperti sayur, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
b) Banyak minum air putih agar buang air besar teratur.
c) Latihan atau olah raga teratur seperti senam hamil atau jalan-jalan.
d) Istirahat yang cukup
e) Buang air besar secara teratur
f) Buang air besar segera setelah ada dorongan.
5. Sekresi Vagina meningkat
Jelaskan pada ibu bahwa hal itu normal, kecuali jika gatal, iritasi dan berbau busuk, maka ibu harus segera berobat. Anjurkan untuk menjaga hygiene dan pakaian dalam harus sering diganti.
6. Varices pada tungkai
Jangan terlalu lama berdiri, tidak terlalu kencang memakai ikat pinggang, mengenakan kaos kaki elastic, jangan mengunakan kaos kaki dengan tumit yang tinggi, meninggikan posisi kaki selama tidur dan jangan duduk bersilang.
7. Kram pada Kaki
Akibat pembentukan uterus yang makin bertambah menyebabkan sirkulasi darah kekaki terganggu, sehingga kaki terasa kram. Anjurkan ibu untuk tidak berdiri terlalu lama, atur posisi dengan meninggikan kaki waktu istirahat.


D. PENATALAKSANAAN KEHAMILAN TRIMESTER II.
1. Nasihat yang diberikan pada ibu hamil antara lain :
a) Nutrisi
Anjurkan untuk makan-makanan yang yang mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan janin berat badan yang bertambah terlalu besar atau kurang, perlu mendapat perhatian khusus karena kemungkinan terjadi penyulit kehamilan. Kenaikan berat badan tidak boleh lebih dari ½ kg/minggu.
b) Olah raga ringan
Berguna untuk mempersiapkan tubuh bagi persiapan persalinan yakni meliputi teknik pernapasan dan relaksasi selama proses persalinan berlangsung. Anjurkan untuk jalan-jalan pada pagi hari untuk ketenangan dan mendapatkan udara segar.

c) Istirahat
Ibu hamil perlu istirahat paling sedikit 1 jam pada siang hari. Tidur, istirahat dan bersantai sangat bermanfaat bagi ibu hamil agar tetap kuat dan tidak mudah terkena penyakit, selain itu juga untuk menjaga keseimbangan ibu hamil, diharapkan ibu jangan bekerja terlalu berat yang menguras tenaga.
d) Kebersihan
Mandi diperlukan untuk kesehatan / hygiene terutama perawatan kulit, karena fungsi eksresi dan keringat bertambah. Anjurkan untuk selalu menjaga personal hygiene terutama kebersihan vulva dan tubuh. Selain itu juga diperhatikan kebersihan kuku. Wanita hamil kuku harus pendek dan tidak boleh panjang. Karena kuman penyakit sering hidup bersembunyi pada kuku yang panjang, serta untuk persiapan perawatan bayinya kelak.
e) Hubungan Seksual
Hamil bukan merupakan halangan melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual diharapkan untuk dihentikan bila :
1) Terdapat tanda infeksi dengan pengeluaran cairan disertai rasa nyeri atau panas.
2) Terjadi pendarahan saat hubungan seksual
3) Terjadi pengeluaran cairan (air) yang mendadak
4) Hentikan hubungan seksual pada mereka yang sering mengalami keguguran, persalinan sebelum waktunya, kematian dalam kandungan 2 minggu menjelang persalinan.
f) Pakaian Hamil
Pakaian yang dikenakan harus nyaman tanpa sabuk/pita yang menekan pada perut/ pergelangan tangan. Pakaian juga harus tidak boleh terlalu ketat terutama bagian leher, harus ringan, dan menarik. Hal ini penting karena tubuh mengalami perubahan dan enak dipakai serat menyerap mudah keringat. Pakaian dalam atas (BH) dianjurkan tali lebar agar tidak merasa menekan dan bahan yang dianjurkan dari katun untuk menghindari iritasi dan mempunyai kemampuan untuk menjaga payudara, pakaian dalam sering diganti untuk menjaga kebersihan. (Manuaba, 1998).

2. Terapi

a) Memberikan Zat Besi
Dimulai dengan memberikan satu bablet sehari segera mungkin setelah rasa mual hilang. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 mg. minimal masing-masing 90 tablet. Bila ibu merasa mual, konstipasi atau diare akibat zat besi dimakan bersama buah-buahan yang mengandung vitamin C, karena akan menambah penyerapan. Tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama the atau kopi karena akan mengganggu penyerapannya. Tablet zat besi dapat diminum separo pada pagi hari dan separo pada malam hari, untuk megurangi efek sampingnya.

b) Memberikan Imunisasi Tetanus Toxoid

SUMBER:
Manuaba, Ida Bagus Gede, 1998
Saifudin, Abdul Bani,dkk.2001
Read On 0 komentar

PERSALINAN

13:45
KONSEP DASAR PERSALINAN
A. PENGERTIAN
1. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri) yang dapat hidup didunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain (Sinopsis Obstetri, Rustam Mochtar).
2. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi servik, lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu (APN, 2004).
3. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin +uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).
4. (Ilmu kebidanan, penyakit kandungan & KB untuk pendididkan Bidan, Ida Bagus Gde Manuaba).
5. Persalinan normal adalah persalinan yang di mulai secara spontan beresiko rendah pada awal persalinan dan ttetap demikian selama proses persalinan.
6. Bayi dilahirkan secara spontan dalam presentasi belakang kepala pada usia kehamilan antara 37 – 42 minggu lengkap setelah persalinan ibu maupun bayi berada dalam kondisi sehat (WHO).


B. TUJUAN
Tujuan Asuhan Persalinan adalah :
1. Mendukung ibu, pasangan dan keluarga selama persalinan dan periodenya.
2. Member reaksi terhadap kebutuhan ibu, pasangan dan keluarga
3. Mencegah, mendeteksi dan menangani komplikasi dengan tepat.
4. Mengantisipasi masalah potensial.

Tujuan Asuhan persalinan normal (APN,2004)
Adalah mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang paling optimal.

C. PENYEBAB
Penyebab terjadinya persalinan belum diketahui benar, yang ada hanyalah merupakan teori-teori yang kompleks antara lain :
1. Teori Penurunan Hormon
1 – 2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his, bila kadar progesterone menurun.
2. Teori Placenta menjadi tua
Menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesterone sehingga pembuluh darah kejang dan akan menimbulkan kontraksi rahim.
3. Teori Distensi Rahim
Rahim yang menjadi besar dan meregang menyebabkan iskemia otot-otot rahim, sehingga mengganggu sirkulasi uterus plasenter.
4. Teori Iritasi Mekanik
Adanya geser dan tekanan misalnya oleh kepala janin, terhadap ganglia servik ( fleksus frankenhauser ) yang terletak di belakang sevik, akan menimbulkan kontraksi uterus.
5. Indukasi Partus ( Inductiom of labour )
Partus dapat di timbulkan dengan jalan :
- Gagang laminaria
Beberapa laminaria dimasukan dalam kanalis servikalis dengan tujuan merangsang pleksus frankenhauser.
- Amniotomi : Pemecahan ketuban
- Oksitoksin drips : Pemberian oksitoksin menurut tetesan per infuse.

D. TANDA-TANDA
Tanda-tanda permulaan persalinan dan yang disebut kala pendahuluan (prepatory stage of labor).
1. Lightening atau setting atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida. Pada multipara tidak begitu kentara.
2. Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun
3. Perasaan sering kencing atau susah kencing (polakisuria) karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin.
4. Perasaan sakit diperut dan pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi lemah dari uterus, kadang-kadang disebut “false labor pains”.
5. Serfiks menjadi lembek mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa bercampur darah (bloody show).

Tanda tanda inpartu :
1. Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
2. Keluar lender bercampur darah yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada servik.
3. Kadang -kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
4. Pada pemeriksaan dalam, serviks mendatar dan pembukaan telah ada.

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya persalinan adalah :
1. Kekuatan mendorong janin keluar (power)
a. His (kontraksi Uterus)
b. Kontraksi otot-otot dinding perut
c. Kontraksi diafragma
d. Aksi dar ligmentum (ligamentous action) terutama legamentum rotondum.
2. Factor Janin (passenger)
a. Sikap (habitus)
b. Letak janin
c. Presentasi
d. Posisi
3. Factor Jalan lahir (passage), jalan lahir terdiri dari 2 bagian
a. Bagian keras tulang panggul
 Distansia Spinarum (24 – 26 cm)
 Distansia Cristarum (28 – 30 cm)
 Konjungata Eksterna (Boudelogue : 18 – 20 cm)
 Lingkar Panggul (80 – 90 cm)
 Distansia Tuberum (10,5 cm)
b. Bagian lunak tulang panggul
 PAP dibentuk oleh promontorium, linea innominata dan pinggir atas simfisis.
 PBP (konjungata diagonalis, 12,5 cm).


F. KALA PERSALINAN
Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu :
1. Kala I
Pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm.
2. Kala II
Kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan his diditambah kekuatan mengedan mendorong janin keluar hingga lahir.
3. Kala III
Waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri.
4. Kala IV
Mulai dari lahirnya uri selama 1 – 2 jam.


G. PENANGANAN PERSALINAN

1. Kala I (pembukaan)
a. Bantu ibu dalam persalinan jika ia tampak gelisah, kekuatan dan kesakitan.
b. Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan
c. Mejelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan.
d. Menjaga rasa nyaman ibu
e. Memenuhi kebutuhan energy dan mencegah dehidrasi
f. Menyarankan ibu BAK sesering mungkin
g. Memantau tanda-tanda vital dan kemajuan persalianan

2. Kala II (kala pengeluaran janin)
Member dukungan terus kepada ibu dengan cara :
a. Mendampingi ibu agar merasa nyaman
b. Menawarkan minuman, memijat dan lain-lain
c. Menjaga kebersihan diri
d. Member dukungan moral untuk mengurangi kecemasan ibu
e. Mengatur posisi senyaman mungkin
f. Menjaga kantong kencing tetap kosong
g. Member cukup minum untuk mencegah dehidrasi
h. Menolong persalianan.

3. Kala III (kala pengeluaran uri)
a. Memberikan oksitoksin/ uterustonika lain untuk merangsang uterus berkontraksi.
b. Lakukan penanganan tali pusat terkendali, dilakukan saat uterus berkontraksi.
c. Apabila plasenta tetap lepas, keluarkan plasenta dengan gerakan kebawah dan keatas sesuai dengan jalan lahir, kedua tangan meregang plasenta dan perlahan memutar plasenta dengan arah jarum jam.
d. Segera setelah plasenta dan selaputnya lahir, massage fundus.
e. Periksa ibu secara seksama dan jahit kalau ada robekan pada serviks, vagina dan prineum.

4. Kala IV (kala pengawasan)
a. Periksa fundus tiap 15 menit pada jam pertama dan 20 – 30 menit pada jam kedua.
b. Memeriksa tanda vital, kandung kemih, perdarahan.
c. Menganjurkan ibu makan dan minum
d. Bersihkan perineum dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering
e. Menganjurkan ibu beristirahat
f. Meningkatkan hubungan ibu dan bayi
g. Memberikan ASI segera setelah lahir
h. Mengajarkan pada ibu dan keluarga tentang bagaimana memeriksa fundus dan menimbulkan kontraksi, tanda-tanda bahaya ibu dan anak serta perawatan luka jahitan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Asuhan Persalinan Normal tahun 2001 - 2004
2. Muchtar R, 1998 Sinopsis Obsteri jilid I, Jakarta: EGC
3. Munuaba, Ida Bagus Gde, 1998, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC.
Read On 0 komentar

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK

11:48
A. TOPIK
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) : Sosialisasi (TAKS) adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial antara klien maupun dengan perawat.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Membantu klien meningkatkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.
2. Tujuan Khusus
a. Klien dapat menyebutkan identitas dirinya; nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby,
b. Klien dapat menyebutkan identitas pasangan bermainnya; nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby.
c. Klien dapat menyebutkan identitas salah satu orang dari pasangan lain: nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby.

C. LANDASAN TEORI
Manusia sebagai makhluk sosial hidup berkelompok dan saling berhubungan untuk memenuhi kebutuhan sosial. Secara alamiah individu selalu berada dalam kelompok. Dengan demikian pula dasarnya individu memerlukan hubungan timbal balik yang didapatkan melalui kelompok.
Penggunaan kelompok dalam praktek keperawatan jiwa memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan. pengobatan atau terapi serta pemulihan kesehatan jiwa seseorang. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh individu atau klien melalui terapi aktifitas kelompok melalui dukungan pendidikan, meningkatkan hubungan interpersonal. (Barkhead, 1989).
Kepuasan berhubungan dapat dicapai jika individu dapat terlibat secara aktif dalam proses berhubungan. Peran serta yang tinggi daiam berhubungan disertai respon lingkungan yang positif akan meningkatkan rasa memiliki, kerja sama, hubungan timbal balik yang sinkron (Stuart & Sundeen, 1995).
Fokus terapi aktivitas kelompok ini adalah mengajarkan klien untuk bekerjasama dcngan klien lain dalam melakukan permaian, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan sosialisasi klien dengan orang lain.

D. KRITERIA ANGGOTA KELOMPOK/KLIEN
1. Klien dengan masalah keperawatan isolasi sosial ; menarik diri
2. Klien dengan masalah keperawatan perubahan persepsi sensori ; halusinasi

E. PROSES SELEKSI
1. Dengan mcngobservasi dari perkembangan klien dimana klien nampak suka menyendiri.
2. Menggali minat klien untuk mengikuti terapi aktivitas yang akan dilaksanakan

F. URAIAN STRUKTUR KELOMPOK
1. Tempat pertemuan :
Ruang kelas III wanita (Intan) RS Dr H M. Ansari Saleh Banjarmasin dengan setting tempat: di ruang tengah kelas III wanita (Intan) duduk di kursi membentuk setengah lingkaran, kemudian saat permainan akan dimulai klien berdiri memanjang dan berhadapan antar pasangan. Fasilitator bcrada di samping barisan. Leader dan Co leader berada di depan barisan yang telah berpasangan. Observer berada di depan barisan klien untuk mengawasi jalannya kegiatan.


2. Waktu pelaksanaan:
• Hari/tanggal : Sabtu, 6 Juni 2009
• Waktu : 10.00 – 10.45 Wita
3. Lamanya : 45 Menit
Alokasi waktu : Perkenalan dan Pengarahan 10 menit
Permainan 25 menit
Ekspress Feeling 5 menit
Penutup 5 menit
4. Jumlah Anggota : 6 orang
1. Ny. A
2. Ny. T
3. Ny. W
4. Ny. A
5. Ny. J
6. Ny. A
7. Ny.C

5. Perilaku yang diharapkan dari anggota:
a. Klien mampu memperkenalkan dirinya dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby.
b. Klien dapat berperan aktif dengan pasangan bermainnya dengan cara bekerjasama dan mempertahankan posisi balon yang diapit di perut agar tidak terjatuh.
c. Klien dapat mengenal identitas pasangan bermainnya; nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby.

6. Metode dan media:
Metode : Model Interpersonal (permainan simulasi).
Media : Balon, Handphone, Gambar, kartu pesanan



Kartu pesanan :
a. Menyebutkan identitas pasangan bermain: nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby.
b. Menyebutkan identitas salah satu dari pasangan lain; nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby
c. Menyebutkan identitas peserta TAK lain yang paling disukai; nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby.
d. Berjoged
e. Tampilakan bakat yang Anda punya
f. Ceritakan gambar yang Anda dapat, yaitu gambar yang dibagikan sebelum permainan dimulai

7. PENGORGANISASIAN
1. Leader : MAHLAN
Tugas:
 Menyiapkan proposal kegiatan TAK
 Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok sebelum kegiatan dimulai.
 Menjelaskan permainan.
 Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kclompok dan memperkenalkan dirinya.
 Mampu memimpin tcrapi aktilitas kelompok dengan baik dan tertib
 Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok.

2. Co leader : MISTIYATI, GAJIANSYAH
Tugas :
 Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas klien.
 Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.


3. Fasilitator : Kurnain,khaidir,hendro sw, marini
Tugas:
 Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung.
 Memotivasi klien yang kurang aktif.
 Membantu leader memfasilitasi anggota untuk berperan aktif dan memfasilitasi anggota kelompok

4. Observer : midiatmoko,hj.masliana, h.ibrahim
Tugas :
 Mengobservasi jalannya proses kegiatan
 Mencatat prilaku verbal dan non verbal klien selama kegiatan berlangsung

Proses Pelaksanaan.
1. Perkenalan dan pengarahan
a. Mempersiapkan lingkungan : suasana tenang dan nyaman (tidak ribut)
b. Mempersiapkan tempat : pengaturan klien duduk di kursi membentuk setengah lingkaran dengan posisi tempat duduk menghadap pada leader dan co. leader yang berdiri di depan.
2. Pembukaan
g. Leader memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, asal institusi dan memperkenalkan anggota tim TAK lainnya.
h. Leader menjelaskan tujuan terapi aktifitas kelompok
i. Membuat kontrak waktu dengan klien dan lamanya permainan berlangsung.
j. Menjelaskan peraturan kegiatan dalam kelompok lain :
1. Diharapkan klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
2. Jika klien ingin ke kamar mandi atau toilet harus minta ijin kepada leader
3. Bila ingin bertanya tentang cara permainan di minta untuk mengacungkan tangan.
3. Permainan
• Klien dibagi dalam 3 pasangan
• Pasangan klien ditentukan dengan cara; setiap klien akan mengambil satu gambar di mana setiap klien yang mengambil gambar yang sama merupakan pasangan kelompoknya.
• Sebelum permainan setiap klien akan dipersilahkan untuk memperkenalkan diri : nama lengkap, nama panggilan dan hobby
• Fasilitator memberikan balon masing-masing pasangan.
• Saat musik dihidupkan klien yang telah berpasangan tersebut di minta untuk berjalan sepanjang 20 meter sampai garis finish yang telah ditentukan, sambil menjepit balon di perut masing-masing pasangan. Apabila telah sampai di garis finish klien di minta tetap mempertahankan posisi balon di perut sambil berjogit sampai musik berhenti.
• Pasangan yang terlebih dahulu sampai di garis finish dan dapat mempertahankan balon dengan waktu yang paling singkat atau paling sedikit dalam menjatuhkan balon berhak mendapatkan pujian.
• 3 pasangan yang lambat atau paling sering menjatuhkan balon akan mendapatkan permainan tambahan yang ditentukan dengan cara memilih satu balon yang telah disediakan, di balon tersebut ditempelkan kertas yang berisikan tulisan tentang kegiatan tambahan yang harus dilakukan:
- Menyebutkan identitas pasangan bermain: nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby.
- Menyebutkan identitas salah satu dari pasangan lain: nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby.
- Menyebutkan identitas peserta TAK lain yang paling disukai; nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobby.
• Apabila ada peserta yang tidak dapat dapat menjawab pertanyaan dari balon yang dipecahkan pertama, maka peserta harus memecahkan balon dan melaksanakan perintah dalam balon sesuai dengan perintah yang bertuliskan pada kertas.yaitu:

- Peserta disuruh berjoged
- Peserta disuruh menampilkan bakat yang ia punya
- Peserta disuruh menceritakan gambar yang ia dapat, yaitu gambar yang didapat saat dibagikan sebelum permainan dimulai.
• Pada akhir permainan pasangan yang menang juga memecahkan balon yang berisi perintah untuk berjoged dengan menjepit balon dari dada dengan diiringi lagu yang disediakan oleh perawat.

Antisipasi Masalah
1) Penanganan klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok
- Memanggil klien
- Memberi kesempatan kepada klien tersebut untuk menjawab sapaan perawat atau klien yang lain
2) Bila klien meninggalkan permainan tanpa pamit:
- Panggil nama klien
- Tanya alasan klien meninggaikan permainan
- Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan pada klien bahwa klien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu klien boleh kembali lagi
3) Bila ada klien lain ingin ikut
- Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada klien yang telah dipilih
- Katakan pada klien lain bahwa ada permainan lain yang mungkin dapat diikuti oleh klien tersebut
- Jika klien memaksa beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi peran pada permainan tersebut.


G. PROSES EVALUASI
1. Evaluasi Input.
 Tim berjumlah 4 orang. terdiri atas 1 leader, 2 Co leader, 4 fasilitator, dan 3 observer.
 Lingkungan tenang.
 Peralatan handphone, balon, kertas pesanan, gambar.

2. Evaluasi Proses.
 Minimal 75 % dapat mengikuti permainan dan dapat mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
 Minimal 75 % klien aktif mengikuti kegiatan.
 Maksimal 25 % klien yang keluar.

3. Evaluasi Output.
 Minimal 75 % mampu memperkenalkan dirinya dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan yang disukai dan hobinya.
 Minimal 75 % mampu menyebutkan identitas pasangan bermainnya.
 Minimal 75 % mampu menyebutkan identitas satu pasangan lain yang mengikuti TAK
 Minimal 75 % mampu mengikuti peraturan permainan.
 Minimal 75 % mampu menyebutkan manfaat dari TAK
Read On 1 komentar

SATUAN ACARA PENYULUHAN KEP.JIWA

11:46
Bidang studi : Keperawatan Jiwa
Topik : Cara Mencuci Rambut
Sasaran : Pasien di ruang kelas III wanita/ruang Intan RSUD Dr. H. Moch.
Ansari Saleh Banjarmasin
Tempat : ruang kelas III wanita/ruang Intan RSUD Dr. H. Moch. Ansyari
Saleh Banjarmasin
Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Juni 2009
Waktu : 1 X 30 Menit

I. TOPIK.
Cara mencuci rambut yang benar
Untuk Leafletnya silahkan download

II. WAKTU.
Hari : Sabtu
Tanggal : 13 JUNI 2009
Jam : 09.00 - 09.30

III. TUJUAN.
1. Tujuan Instruksional Umum
Untuk meningkatkan personal hygiene pasien (khususnya kebersihan rambut)
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan pasien dapat :
a. Menyebutkan tujuan mencuci rambut
b. Menyebutkan kriteria rambut sehat
c. Menyebutkan cara mencuci rambut.


3. Sasaran
Pasien di ruang kelas III wanita/ruang Intan RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
4. Materi
a. Tujuan mencuci rambut
b. Kriteria rambut sehat
c. Cara mencuci rambut
5. Metode
 Ceramah
 Demonstrasi
 Tanya jawab

6. Media
 Leaflet
IV. PENGORGANISASIAN
Penyaji : Gajiansyah, Mistiyati, Mahlan.
Pembimbing : Setiawati, Yeni Mulyani M.Kes
Tugas :
• Memimpin / membawakan materi penyuluhan
• Memfasilitasi audience untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.
• Mengajukan pertanyaan kepada audience

Pembawa Acara/MC : H. Ibrahim Istar

Tugas :
• Membuka acara penyuluhan, mengatur seting waktu yang diperlukan

Fasilitator : Hj. Masliana, Marini, Khaidir
Tugas :
• Menyediakan dan menyiapkan fasilitas sebelum dan selama kegiatan berlangsung
• Membantu Penyaji dalam memfasilitasi audience untuk berperan aktif

Observer : Midiyatmoko, Kurnain, Hendro suryo wibowo

Tugas :
• Mengobservasi setiap respon klien dan penyaji
• Mencatat semua respon yang terjadi dan semua respon
• Perilaku audience dan penyaji
• Memberikan umpan balik kepada kelompok
• Membuat laporan penyuluhan (evaluasi hasil dan proses)

V. EVALUASI
PROSES
Setelah proses pcnyuluhan diharapkan :
• Penyampaian materi menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, posisi penyaji berhadapan dengan audien
• Selama proses penyajian minimal 90 % audien mendengarkan dengan seksama
• Minimal 75 % audien mengikuti acara penyuluhan sampai selesai

HASIL
Setelah proses pdnyuluhan diharapkan :
• Minimal 40 % klien dan keluarga dapat menjelaskan secara sederhana tentang pengertian gangguan jiwa
• Minimal 30 % klien dan keluarga dapat menyebutkan penyebab gangguan jiwa
• Minimal 30 % klien dan keluarga dapat menyebutkan tanda dan gejala gangguan jiwa
• Minimal 50 % klien dan keluarga mampu menyebutkan jenis-jenis gangguan jiwa
• Minimal 50 % klien dan keluarga dapat menyebutkan terapy medis atau penatalaksanaan kilen gangguan jiwa di rumah
Read On 0 komentar

POST EDITOR BARU DI BLOGGER

11:33
bloggerSebagai bagian perayaan ulang tahun Blogger.com ke 10, beberapa fitur baru mulai diluncurkan. Antara lain adalah Post Editor baru dengan penambahan beberapa fungsi seperti peningkatan kemampuan pengelolaan gambar dan penggunaan html.

Untuk mengaktifkan silakan menuju Dashboard Blogger Anda kemudian pilih Setting – Basic – scroll kebawah maka ada Global Setting. Di Select post editor pilih Update Editor, kemudian Save. Maka saat menulis postingan baru bentuk Post Editornya berubah ke versi baru.

Berikut ini beberapa fitur barunya:

* Peningkatan kemampuan pengelolaan gambar.Tampilan upload gambarnya lebih baru. Tidak lagi berbentuk jendela tersendiri namun muncul langsung di halaman tersebut. Gambar akan terlihat langsung di dalam postingan dan dapat digeser maupun dikecilkan sesuai selera.

* Peningkatan penggunaan kode html. Kode html yang Anda masukkan secara manual di bagian Edit Html tidak jadi berantakan apabila Anda berubah mode ke Compose.

* Kotak penulisan bisa diperpanjang secara vertikal dengan menarik pojok bawah kotak penulisan.

* Menambahkan lokasi Anda dengan Geotagging. Tapi saya belum ketemu dimana cara menggunakannya
* Lebih mudah untuk mengedit link yang sudah ditulis. Hanya dengan mengklik link tersebut.

* Tampilan baru untuk preview postingan yang telah ditulis.

* Toolbar baru dengan penambahan tombol undo redo, mencoret tulisan, rata kanan kiri.

* Tanggal/jam yang ditampilkan di postingan bukan lagi tanggal/jam penulisan melainkan saat dipublish.

Post Editor baru ini lebih memudahkan untuk kopi paste seperti di WordPress. Tinggal salin seluruh isi postingan di sebuah halaman kemudian paste di Compose maka akan didapatkan hasil mirip aslinya beserta foto atau link2nya (Menggunakan Browser Firefox).

Sayangnya fitur read more belum ada. Namun menurut mereka fitur baru akan dikeluarkan sedikit demi sedikit. Selain Post Editor ada fitur baru lain semisal Label cloud dan Share postingan dari menubar (menu biru diatas blog).


Baca sumber lengkapnya....
Read On 0 komentar

PEMERINTAH DIMINTA PRODUKSI VAKSIN MENINGITIS

10:06
Majelis Ulama Indonesia (MUI ) mendorong pemerintah untuk dapat membuat vaksin Maningitis sendiri. Hal ini dilakukan agar musim haji tahun depan jemaah haji Indonesia tidak lagi menggunakan vaksin yang bercampur enzim babi.

"Kita sudah mendorong pemerintah," ujar Ketua Majelis Fatwa MUI KH Ma'ruf Amin saat berbincang dengan okezone melalui telepon, Jumat (24/7/2009).

Mengenai masih digunakannya vaksin maningitis yang jelas-jelas mengandung unsur babi bagi jamaah haji tahun ini, Ma'ruf mengaku menyerahkan semuanya kepada yang maha kuasa.

"Soal diterima atau tidak itu urusan allah, karena enzim babi memang haram," imbuhnya.

Sebelumnya, MUI memperbolehkan vaksin meningitis digunakan oleh jamaah haji dan umrah dengan catatan mereka adalah jamaah haji wajib, yang baru pertama kali melakukan haji. Bagi yang tidak, terpaksa harus menunda perjalanan hajinya.(ded)

K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Read On 1 komentar

TIPS CARA MEMPERBESAR PENIS

09:54
Artikel ini saya ambil dari postingan blogdokter dan mungkin bermanfaat...

Sering kita baca di majalah atau koran iklan yang katanya mampu untuk memperbesar alat kelamin pria. Dengan tanpa operasi mereka bisa membuat burung anda beberapa kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Maestro di bidang ini pun bermunculan, salah satu yang paling terkenal adalah alm. Mak Erot.

Memang di kalangan pria ada anggapan bahwa mereka belum menjadi seorang pria bila burungnya kecil. Kejantanan seorang pria diukur salah satunya dari panjang dan besarnya penis. Para laki laki juga menganggap bahwa perempuan tidak menyukai laki laki yang burungnya kecil. Oleh karena itu mereka berusaha untuk melakukan segala upaya agar alat kejantannya besar dan panjang.

Sayangnya tidak sedikit yang kemudian menyesal akibat kesalahan memilih metode memperbesar penis. Bukannya tambah berkicau, sang burung malah ogah untuk bangun. Yang lebih parah lagi, burungnya tidak hanya ogah berdiri tetapi harus diamputasi akibat dari kerusakan yang susah diperbaiki.

Berikut beberapa tips yang bisa anda pegang sebelum memutuskan untuk memperbesar burung anda :

Pilihlah metode yang tidak menganggu kehidupan seksual anda. Anda bisa saja mendapatkan burung yang besar sekali tapi tidak akan ada gunanya bila pasangan anda ketakutan melihat burung itu dan kehidupan seksual anda menjadi terganggu. Tanamkan dalam diri anda bahwa upaya anda memperbesar alat kelamin memang bertujuan untuk melakukan hubungan seksual dan bukan untuk sekedar dipamerkan.

Hati hati terhadap penipuan yang marak terjadi belakangan ini. Pilihlah metode yang hasilnya sesuai dengan duit yang anda keluarkan. Tidak ada salahnya anda mendengarkan testimoni teman teman anda terkait dengan metode yang mau anda pilih. Ingat bahwa metode pembesaran penis memerlukan biaya yang besar sehingga anda harus bijak menentukannya.

Pilihlah metode yang lebih banyak melatih otot otot penis bila dibandingkan dengan metode instan dengan memasang alat pada penis atau dengan obat obatan. Ingat membesarkan penis butuh waktu dan hal ini sangat menuntut kesabaran anda.

Bergabunglah dengan forum forum yang memiliki interes yang sama dengan anda sehingga anda bisa membaca testimoni atau pengalaman dari mereka yang sudah mencoba beberapa metode.

Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah jagalah kesehatan penis anda dengan cara menjaga kebersihannya sehingga walaupun nantinya anda gagal melakukan pembesaran penis tetapi anda masih memiliki penis yang sehat.

sumber :klik disini
Read On 0 komentar

Tips Mengatasi Susah Tidur

10:34
Insomnia dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 – 50% populasi mengalami insomnia.

Insomnia dapat menyerang semua golongan usia. Meskipun demikian, angka kejadian insomnia akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini mungkin disebabkan oleh stress yang sering menghinggapi orang yang berusia lebih tua. Disamping itu, perempuan dikatakan lebih sering menderita insomnia bila dibandingkan laki laki.

Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mengurangi serangan insomnia.

1.
Berolah raga teratur. Beberapa penelitian menyebutkan berolah raga yang teratur dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olah raga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur. Dengan berolah raga, kesehatan anda menjadi lebih optimal sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.
2.
Hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur. Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut menjadi tidak nyaman, sementara minum yang terlalu banyak akan menyebabkan anda sering ke belakang untuk buang air kecil. Sudah tentu kedua keadaan ini akan menganggu kenyenyakan tidur anda.
3.
Tidurlah dalam lingkungan yang nyaman. Saat tidur, matikan lampu, matikan hal hal yang menimbulan suara, pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur anda. Jauhkan jam meja dari pandangan anda karena benda itu dapat membuat anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut.
4.
Kurangi mengkonsumsi minuman yang bersifat stimulan atau yang membuat anda terjaga seperti teh, kopi. alkohol dan rokok. Minuman ini akan menyebabkan anda terjaga yang tentu saja tidak anda perlukan bila anda ingin tidur.
5.
Makananlah makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat menjelang tidur, bila tersedia, tambahkan dengan segelas susu hangat.
6.
Mandilah dengan air hangat 30 menit atau sejam sebelum tidur. Mandi air hangat akan menyebabkan efek sedasi atau merangsang tidur. Selain itu, mandi air hangat juga mengurangi ketengangan tubuh.
7.
Hentikan menonton TV, membaca buku, setidaknya sejam sebelum tidur.
8.
Gunakanlah tempat tidur anda khusus untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh anda menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat anda berbaring di tempat tidur, maka akan timbul rangsangan untuk tidur.
9.
Lakukan aktivitas relaksasi secara rutin. Mendengarkan musik, melatih pernafasan, meditasi dan lain lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga tubuh anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempemudah anda untuk tidur.
10.
Jernihkan pikiran anda. Enyahkan segala kekhawatiran yang menghinggapi pikiran anda. Salah satu cara untuk ini adalah menuliskan semua pikiran anda lewat media blog.
11.
Tidur dan bangunlah dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu tidur anda selanjutnya.

Demikianlah tips mengurangi masalah tidur anda. Selalulah ingat bahwa tidur merupakan kebutuhan pokok tubuh untuk pertumbuhan dan memperbaiki fungsi organ yang terganggu. Insomnia bukan merupakan penyakit bawaan dan dengan demikian tentu akan mudah disembuhkan.

Jika dengan langkah diatas anda masih merasa gagal mengatasi masalah tidur, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mencari jalan keluar.

Sumber:
http://www.blogdokter.net/2008/07/23/tips-mengatasi-susah-tidur-insomnia/
Read On 1 komentar

2 CARA SADAP TELEPON SELULER

10:30

Penyadapan terhadap telepon seluler merupakan salah satu penemuan penting. Meningkatnya jumlah pelanggan ponsel di banding pengguna telepon kabel biasa membuat teknologi ini berguna bagi penegak hukum untuk mengusut berbagai kejahatan.

Namun di sisi lain, teknologi ini juga menjadi ancaman pelanggaran hak pribadi para pelanggan selular. Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja sebuah penyadap telepon selular?
Ada dua macam teknologi penyadapan ponsel. Yang pertama adalah penyadapan menggunakan alat tertentu, dan yang kedua adalah penyadapan menggunakan software tertentu.

Penyadapan menggunakan alat biasanya memanfaatkan teknologi bernama interceptor. Sebuah interceptor bekerja dengan cara menangkap dan memproses sinyal yang terdeteksi oleh sebuah ponsel.

Ia juga dilengkapi dengan Radio Frequency triangulation locator yang berfungsi untuk menangkap sinyal secara akurat. Ia juga dilengkapi dengan sebuah software Digital Signal Processing yang membuat pemrosesan algoritma bisa berjalan cepat dan mudah.

Sehingga, pengguna alat ini dapat menangkap sinyal dan trafik selular dan mengincar spesifikasi target tertentu. Jadi, alat ini bisa menyadap berbagai pembicaraan di ponsel-ponsel yang sinyalnya masih tertangkap di dalam jangkauannya.

Cara penyadapan lain bisa dilakukan melalui sebuah software mata-mata (spyware). Seperti halnya sebuah program jahat semacam trojan dan malware, spyware mampu melacak aktivitas ponsel dan mengirimkan informasi tersebut kepada pihak ketiga, dalam hal ini adalah si penyadap.

Oleh karenanya, aplikasi spyware menyebabkan baterai dan pulsa ponsel bakal cepat terkuras. Program ini dapat menonaktifkan program tertentu di dalam ponsel, bahkan menghapus informasi yang tersimpan dalam ponsel tanpa sepengetahuan pemilik ponsel.

PDA dan ponsel pintar merupakan sasaran empuk penyadapan, karena ia memiliki kemampuan untuk menerima informasi penting seperti e-mail informasi dari internet, pesan instan dan lain-lain. Apalagi, informasi-informasi penting seperti akun bank biasanya disimpan disini.

Tak hanya itu, konektivitas PDA dan ponsel pintar juga menyebabkannya lebih terbuka dari serangan trojan atau spyware. Oleh karenanya, perlakukanlah ponsel cerdas Anda seperti komputer. Pastikan ia memiliki antivirus. Jangan membuka pesan atau file yang dikirim oleh orang yang tak dikenal. (vivanews)
Read On 0 komentar

FLU BABI

10:23

Flu babi (swine flu) merupakan penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini sebenarnya jamak menyerang ternak babi, namun kini telah mengalami perubahan yang drastis dan mampu untuk menginfeksi manusia. Gejala yang timbul pada manusia pun mirip dengan apa yang terjadi pada babi.

Flu babi pertama kali diisolasi dari seekor babi yang terinfeksi pada tahun 1930 di Amerika Serikat. Pada perkembangannya, penyakit ini dapat berpindah ke manusia terutama menyerang mereka yang kontak dekat dengan babi. Lama tidak terdengar lagi kabarnya ternyata virus ini mengalami serangkaian mutasi sehingga muncul varian baru yang pertama kali menyerang manusia di Meksiko pada awal tahun 2009. Varian baru ini dikenal dengan nama virus H1N1 yang merupakan singkatan dari dua antigen utama virus yaitu hemagglutinin tipe 1 dan neuraminidase tipe 1.

Apa saja gejala flu babi?

Gejala utama flu babi mirip dengan gejala influenza pada umumnya seperti : demam, batuk, pilek, letih dan sakit kepala. Beberapa pasien dapat mengalami mual, muntah dan diare.

Penyakit ini dapat jatuh ke arah yang lebih buruk sehingga pasien mengalami kesulitan untuk bernafas dan memerlukan alat bantu nafas (ventilator). Bila ada bakteri yang ikut ikutan menginfeksi paru paru maka pasien dapat mengalami radang paru paru atau pneumonia. Beberapa diantaranya dapat mengalami gejala kejang kejang. Kematian umumnya terjadi karena adanya infeksi sekunder bakteri pada paru paru sehingga diperlukan antibiotika yang pas untuk mengatasi infeksi tersebut.

Bagaimana mendiagnosa flu babi?

Diagnosa flu babi ditegakan berdasarkan gejala klinis pasien dan riwayat kontak dengan mereka meraka yang memiliki gejala seperti diatas. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan lendir atau dahak yang berasal dari tenggorokan pasien. Pemeriksaan ini gunanya untuk membedakan apakah virus yang menginfeksi penderita tersebut termasuk virus tipe A atau B. Bila ternyata hasilnya adalah virus tipe B maka dapat dipastikan bahwa pasien tersebut bukan terinfeksi flu babi. Namun bila ternyata hasilnya adalah virus tipe A maka ada kemungkinan penderita tersebut menderita flu babi atau terinfeksi virus H1N1. Sampel ini selanjutnya dikirim ke laboratorium yang lebih lengkap untuk memastikan adanya antigen virus flu babi sehingga diagnosa flu babi dapat ditegakan dengan pasti.

Seberapa lama masa penularan virus flu babi?

Orang yang menderita flu babi A (H1N1) menurut para ahli akan tetap menularkan penyakitnya sampai hari ketujuh. Jika sampai hari ketujuh ternyata penyakitnya belum membaik maka dianggap orang tersebut masih dapat menularkan penyakitnya sampai gejala flu benar benar hilang. Anak anak khususnya balita memiliki potensi waktu penularan yang lebih panjang.

Periode penularan penyakit flu babi masih terggantung lagi pada jenis atau strain dari virus H1N1. Jika pasien di rawat di rumah maka dianjurkan untuk tidak keluar rumah dahulu sampai penyakit yang diderita benar benar sembuh kecuali yang bersangkutan segera ke dokter atau ke rumah sakit.

Bagaimana mengobati flu babi?

Meskipun telah lama ditemukan vaksin untuk mencegah penularan virus influenza, namun vaksin untuk virus flu babi (H1N1) sampai saat ini belum ada. Saat ini beberapa laboratorium pemerintah yang dibiayai oleh WHO sedang mengembangkan penelitian untuk menemukan vaksin virus flu babi.

Dua obat anti virus yang dipercaya mampu mencegah bertambah parahnya flu babi adalah zanamivir (Relenza) dan oseltamivir (Tamiflu). Penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan karena ditakutkan akan terjadi resistensi virus terhadap kedua obat tersebut. Obat ini juga tidak direkomendasikan untuk gejala flu yang telah muncul lebih dari 48 jam. Pada keadaan yang berat, pasien mungkin membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut di rumah sakit.

Bagaimana cara mencegah penularan flu babi?

Cara paling ampuh untuk mencegah penularan virus flu babi pada prinsipnya sama dengan cara mencegah penularan virus influenza yang lain yaitu vaksinasi. Sayangnya vaksin untuk flu babi sampai saat ini belum ditemukan.

Cara lain untuk mencegah penularan virus ini adalah dengan meminimalisir kontak dengan virus seperti mencuci tangan sesering mungkin, jangan menyentuh wajah anda terutama hidung dan mulut serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang menderita flu.

Pencegahan penularan juga bisa dilakukan oleh mereka yang telah terinfeksi dengan cara : menghindari keramaian dan selalu tinggal di rumah. Jangan bekerja dan bersekolah dahulu sampai keadaan membaik. Hindari bersin, batuk dan berbicara terlalu dekat dengan orang lain.

Sumber:
http://www.blogdokter.net/2009/06/27/flu-babi-swine-flu/
Read On 0 komentar

Facebook Jadi Sarana Hacker Menyebarkan Virus

09:59

Sebagai situs jejaring sosial paling populer di jagad maya, maka tidak mengherankan kalau Facebook menjadi sasaran empuk peretas.

Salah satunya adalah Lisa Severens, manajer salah satu perusahaan. Dia mengungkapkan kalau laptopnya langsung mati karena virus yang dikirimkan melalui pesan yang berisi foto porno di akun Facebooknya. Padahal dia mengira selama ini Facebook, sebagai tempat yang aman.

Keluhan yang dirasakan Lisa tentunya juga dirasakan 200 juta lebih pengguna Facebook yang merasa akunnya diintai oleh sejumlah penjahat di dunia maya. Melihat itu, juru bicara Facebook mengakui kalau kemungkinan tersebut tetap ada. Akan tetapi, mereka tetap terus mempebaiki sistem keamanannya.
“Membuat sistem keamanan di internet seperti perlombaan senjata. Facebook akan terus memperbaiki sistem keamanannya, agar pengguna tetap merasa aman,” tukas juru bicara Facebook Simon Axten.

Di Amerika Serikat sendiri, kejahatan dunia maya atau cyber crime telah membuat kerugian cukup parah. Akibat cyber crime, mereka harus kehilangan miliaran dolar pertahun. Biasanya, kejahatan dilakukan melalui aksi penipuan, hingga penyusupan virus. (TheGlobalAndMail/okezone)
Read On 0 komentar

UPAYA KESEHATAN REMAJA DI PUSKESMAS

09:27
A. Tujuan

1. Umum
Meningkatnya kemampuan hidup remaja guna membina kesehatan diri dan lingkungannya dalam rangka meningkatkan ketahanan diri, prestasi dan peran aktifnya dalam pembangunan nasional.

2. Khusus.
a. Meningkatnya kemampuan anak untuk menolong dirinya sendiri melalui :
1. Penajaman kepekaan terhadap masalah kesehatan pada dirinya, keluargamya dan lingkungannya.
2. Peningkatan kemampuan berpikir yang berorientasi kepada pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi.
3. Peningkatan kemampuan untuk mengendalikan diri, sehingga mampu mengatur dirinya untuk berperilaku hidup sehat.

b. Meningkatkan kemampuan anggota keluarga, khususnya ibu, dalam melaksanakan pengasuhan yang mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat dari remaja keluarga tersebut.

B. sasaran
Sasaran pembinaan anak remaja dibagi menjadi :
1. Sasaran langsung.
a. Remaja.
b. Orang tua dari anak remaja.
2. Sasaran penunjang
a. Unsur diluar lingkungan keluarga yang mempunyai nilai strategik dalam upaya pembinaan anak remaja, diantaranya guru, kader pembangunan bidang kesehatan, pemuka masyarakat dan tokoh agama, pembina organisasi pemuda.
b. Kelompok khusus dimasyarakat yang tergabung didalam Lembaga Swadaya Masyarakat.

C. Kebijakan Operasional

Pembinaan kesehatan remaja didasarkan atas kebijaksanaan operasional berikut ini :
1. pembinaan diselenggarakan dengan paket program yang disesuaikan dengan kebutuhan tahapan proses tumbuh kembangnya.
2. Pembinaan peran serta ibu dan unsur potensial diluar lingkungan keluarga melalui Komunikasi Informasi dan Motivasi ( KIM ) maupun pendekatan edukatif dalam rangka kelola dan alih tehnologi.
3. Untuk mencapai sasaran upaya pembinaan kesehatan remaja dikembangkan empat daerah tangkapan ( Catchment areas) :
a. Dirumah.
b. Disekolah atau institusi pendidikan formal dan diinstitusi pendidikan non formal.
c. Dimasyarakat, melalui kelompok khusus seperti paguyuban sepuluh keluarga, organisasi wanita, organisasi pemuda, serta bentuk lain lembaga swadaya masyarakat.
d. Disasaran pelayanan kesehatan profesional.
4. Mutu penyelenggaraan upaya pembinaan kesehatan remaja secara bertahap dikembangkan melalui pembinaan dan pengembangan teknologitepat guna.

D. Strategi.

Strategi yang dilakukan dalam pembinaan kesehatan remaja adalah sebagai berikut :
1. meningkatkan kemampuan setiap Puskesmas dalam pembinaan ketrampilan kesehatan remaja dengan menggunakan berbagai jalur, baik keluarga, sekolah maupun masyarakat serta organisasi remaja seperti OSIS, Karang Taruna, Pramuka, Palang Merah Remaja dan lain sebagainya.
2. Menyelenggarakan pertolongan dan pengayoman bagi remaja terhadap gangguan kesehatan spesifik antara lain gangguan kesehatan fisik, gangguan kesehatan reproduksi, gangguan kesehatan mental dan penyalahgunaan obat/ zat adiktif
3. Meningkatkan peran serta aktif remaja untuk memecahkan masalah kesehatan diri dan lingkungannya.
4. Melaksanakan fungsi rujukan dalam menanggulangi masalah kesehatan remaja mulai dari tingkat keluarga, kelompok perpuluhan ( masyarakat ), kader, puskesmas, Rumah sakit.

Sesuai strategi yang ditentukan tersebut, langkah dalam pembinaan kesehatan remaja adalah :
1. Mengupayakan dukungan politis baik pemerintah maupun dari instansi terkait dengan pembinaan kesehatan remaja mulai dari tingkat Kecamatan sampai ke pedesaan.
2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja bagi para pengelola program, petugas pelayanan, masyarakat umum dan remaja pada khususnya.
3. Menciptakan standarisasi pelayanan kesehatan remaja mulai dari tingkat Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar yang ditunjang Rumah sakit sebagai tempat rujukannya.
4. Menjalin kerjasama yang erat dengan berbagai disiplin ilmu didalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan remaja.
5. Meningkatkan peran serta generasi muda, keluarga dan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang menunjang upaya pembinaan kesehatan remaja.

E. Kegiatan.

1. Dukungan Politis.
Dukungan politis ini diperlukan agar supaya pembinaan kesehatan remaja dapat dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari tingkat pusat sampai kedaerah serta terkordinasi dengan baik antara berbagai instansi pemerintah atau swasta yang melaksanakan pembinaan remaja.
Perlu pula diterbitkannya peraturan-peraturan yang diperlukan yang menunjang pelaksanaan kegiatan berbagai disiplin yang didukung oleh semua pihak seperti halnya upaya pemerintah yang dituangkan dalam Surat KeputusanMenteri dalam Negeri No. 27 tahun 1983 yang ditujukan kepada para pejabat Pemerintah di daerah yang menganjurkan agar perkawinan dapat dilaksanakan pada usia sedikitnya 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria.

2. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan ketrampilan dilaksanakan kegiatan :
a. Komunikasi, Informasi dan Edukasi ( KIE)
Kegiatan ini diarahkan kepada para petugas kesehatan maupun masyakarakat umum termasuk para remaja dan bertujuan untuk memberikan informasi yang benar tentang masalah kesehatan remaja dari berbagai aspek, baik medis maupun non medis yang terkait dengan kesehatan.

Aspek medis meliputi penyuluhan tentang :
- Penyakit / gangguan kesehatan fisik secara umum dan khusus seperti masalah kesehatan reproduksi, penyakit karena hubungan seksual, akibat penggunaan obat/zat adiktif.
- Masalah kesegaran/kebugaran jasmani beserta faktor-faktor yang mempengaruhi.
- Masalah kesehatan jiwa remaja serta faktor-faktor yang mungkin timbul akibat perkembangan jiwa remaja.

Aspek non medis meliputi penyuluhan tentang :
- Masalah psikososial seperti masalah penyalahgunaan seks, kenakalan/perkelahian antar remaja.
- Masalah agama sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya kelainan kesehatan remaja dan mengembangkan minat, bakat serta kreativitas remaja/ generasi muda dalam bidang agama.

Informasi ataupun penyuluhan ini dapat diberikan baik secara perorangan maupun kelompok/organisasi dengan memanfaatkan semua media komunikasi yang ada antara lain media cetak, media elektonika, penunjukan tradisional dan lain sebagainya.

b. Pendidikan dan latihan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan agar tenaga profesional semakin terampil dan dapat meningkatkan mutu pelayanan, kegiatan ini ditujukan pula pada masyarakat, keluarga dan kepada remaja itu sendiri agar mereka dapat mencegah masalah kesehatan dan lingkungan secara mandiri.

3. Pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan bagi remaja dapat dilaksanakan dalam beberapa jenis antara lain :
- Konseling ramaja.
- Pelayanan kesehatan yang meliputi upaya pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan rehabilitasi.
- Rujukan yang berjenjang.

Pelayanan konseling bagi remaja diperl;ukan karena remaja dapat diberi kesempatan untuk mengungkapkan masalah secara terbuka yang akan mengarah pada tindakan pengobatan yang tepat. Dalam kegiatan ini diperlukan persyaratan yang tertentu antara lain ;

- Petugas dapat dipercaya oleh remaja menganai kerahasian.
- Petugas cukup berwibawa.
- Adanya suatu “ privacy”

Pelayanan kesehatan bagi remaja dapat dilaksanakan dipuskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar yang mencakup upaya peningkatan pencegahan, pengobatan dan pemulihan yang dilaksanakan secara terpadu dan ditunjang dengan pelayanan di Rumah Sakit sebagai tempat rujukan. Jenis pelayanan kesehatan yang diberikan bagi remaja merupakan suatu standar pelayanan kesehatan dasar disetiap Puskesmas.

Pelayanan di Rumah sakit meliputi pelayanan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayan tersebut dilaksanakan dengan melakukan pendekatan secara holistik dan juga mencakup keluarga dan masyarakat sehingga dapat dicapai taraf kesehatan remaja yang optimal.

4. Kerja Sama Lintas Sektoral.

Telah diketahui bahwa pembinaan kesehatan remaja ini telah banyak diselenggarakan oleh berbagai instansi sesuai dengan bidang masing-masing. Kemajuan upaya pembinaan kesehatan remaja dipengaruhi pula oleh kemajuan upaya pembinaan yang dilaksanakan sektor lain. Oleh karena itu yang menyelenggarakan pembinaan kesehatan remaja merupakan hal mutlak diperlukan dan harus diatur dengan sebaik-baiknya . Kegiatan ini dapat dicapai dengan berbagai cara antara lain menyelengarakan pertemuan berkala antara semua sektor baik dilingkungan kesehatan yang mempunyai program pembinaan remaja dengan tujuan agar dapat terjadi suatu kerjasama yang terpadu dan dapat mencapai hasil yang optimal.

5. Peran Serta Masyarakat

Peran serta masyarakat memainkan peranan penting untuk keberhasilan pelbagai upaya pembangunan kesehatan. Salahsatu tuijuan pembangunan kesehatan telah ditegaskan dalam sistem kesehatan nasional yaitu untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat setiap penduduk.

Peran serta masyarakat termasuk swasta mempunyai peranan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan yang dapat dicerminkan dalam beberapa bentuk :
- Ikut seta dalam penelaahan masalah.
- Ikut serta dalam menyusun perencanaan pelaksanaan.
- Turut serta menjalankan perilaku hidup sehat.

Berdasarkan hal ini peran pemerintah dimasa yang akan datang menjadi berkurang dalam hal pelayanan kesehatan. Apabila masyarakat khususnya dalam kegiatan pembinaan kesehatan remaja telah mempunyai bekal pengetahuan yang minimal mengenai permasalahan, penanggulangan masalah kesehatan remaja, diharapkan bahwa nantinya akan terbentuk kelompok masyarakat yang akan menangani sendiri masalah kesehatan remaja sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat.

6. Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dalam pelaksanaan program pembinaan kesehatan remaja perlu dilaksanakan dalam rangka penyesuaian program dengan perkembangan situasi remaja yang sangat dinamis.

Hasil evaluasi penelitian dapat dijadikan dasar untuk pengembangan kegiatan selanjutnya, peningkatan mutu pelayanan termasuk sistem rujukan sehingga dapat memberikan hasil yang optimal.

F. Indikator Keberhasilan.

Untuk mengetahui sampai berapa jauh keberhasilan program pembinaan kesehatan remaja dilaksanakan, ada beberapa patokan yang dapat dipantau dengan melalui sistem pencatatan dan pelaporan yang dapat meliput dan memberikan masukan dalam upaya penilaian keberhasilan program.
Indikator keberhasilan kegiatan kesehatan remaja antara lain adalah :
a. Menurunnya angka kehamilan wanita pada usia remaja.
b. Menurunnya angka kematian bayi dan ibu sebagai akibat kehamilan pada usia remaja muda.
c. Meningkatnya status kesehatan remaja dengan menurunnya gangguan kesehatan reproduksi, gangguan kesehatan mental dan penyalahgunaan obat/ zat adiktif.
d. Meningkatnya pelayanan kesehatan remaja mulai dari tingkat keluarga sampai ketingkat profesional baik oleh pemerintah maupun swasta dan masyarakat.
e. Meningkatnya peran serta masyarakat secara aktif dan para remaja upaya memecahkan masalah kesehatan dirinya maupun lingkungannya.

G. penutup.

Pembinaan kesehatan remaja akan berdaya ungkit terhadap kesehatan kelompok dewasa muda maupun pada kelompok dewasa usia lanjut. Karena itu pembinaan kesehatan remaja mempunyai nilai strategis dalam pembinaan bangsa.

Keberhasilan pembinaan kesehatan remaja sangat ditentukan oleh berbagai faktor dan perilaku, didukung oleh kerja sama lintas program dan lintas sektoral yang baik dan berkesinambungan serta ditunjang leh peran serta masyarakat yang aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan.

Perlu dilakukan upaya-upaya pengembangan program dengan melakukan penelitian-penelitian untuk memahami lebih lanjut mengenai dunia remaja, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan remaja yang optimal yang juga akan meningkatkan derajat kesehatan keluarga menuju keluarga sehat sejahtera.


Daftar kepustakaan :

• SKN
• Pola Pembinaan Kesehatan Keluarga
Read On 0 komentar

UPAYA KESEHATAN USIA LANJUT DI PUSKESMAS

09:24
Pengertian

Upaya kesehatan usia lanjut dipuskesmas adalah upaya kesehatan paripurna di bidang kesehatan usia lanjut, yang dilaksanakan ditingkat puskesmas serta diselenggarakan secara khusus maupun umum yang terintegrasi dengan kegiatan pokok puskesmas lainnya.

Upaya tersebut dilaksanakan oleh petugas kesehatan puskesmas dengan dukungan peran serta masyarakat baik didalam gedung maupun diluar gedung puskesmas. Sasarannya ditujukan pada kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi tanpa mengabaikan kelompok lainnya, dengan menggunakan tehnologi tepat guna yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Yang termasuk pasien geriatri adalah :
- pasien dengan usia 55-70 tahun yang mengalami lebih dari satu kondisi patologik.
- Pasien dengan usia lebih dari 70 tahun walaupun dengan hanya satu kondisi.

Uapaya kesehatan paripurna dasar dibidang kesehatanusia lanjut adalah suatu upaya yang menyeluruh pada usia lanjut meliputi peningkatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan.
Kegiatan upaya kesehatan usia lanjut ditingkat puskesmas secara khusus ialah penyuluhan, deteksi dan diagnosa dini usia lanjut, diagnosa kelainan usia lanjut, proteksi dan tindakan khusus pada usia lanjut dan pemulihan. Sedangkan secara umum dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan pokok puskesmas lainnya yang terkait.
Teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan usia lanjut ialah : teknologi yang mengacu pada masalah usia lanjut setempat, didukung sumber daya yang tersedia dimasyarakat, terjangkau oleh masyarakat, diterima oleh masyarakat, sesuai dengan azas manfaat.
Peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan usia lanjut ialah peran serta masyarakat baik sebagai pemberi pelayanan maupun penerima pelayanan yang berkaitan dengan mobilisasi sumber daya, dalam pemecahan masalah usia lanjut, dalam bentuk : pelaksanaan, pembinaan dan pengembangan uapay kesehatan usia lanjut.

TUJUAN DAN SASARAN

a. Tujuan :

1) Tujuan umum :

Meningkatnya derajat kesehatan usia lanjut untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalm kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan eksistensinya dalam strata kemasyarakatan dalam mencapai mutu kehidupan usia lanjut yang optimal.

2) Tujuan khusus

a. Meningkatnya kesadaran pada usia lanjut untuk membina sendiri kesehatannya.
b. Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat dalam menghayati dan mengatasi masalah kesehatan usia lanjut secara optimal.
c. Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut.
d. Meningfkatnya jenis dan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut.

b. sasaran

1) sasaran langsung.

a. Kelompok usia menjelang usia lanjut ( 45-54 tahun ) atau dalam masa virilitas, didalam keluarga maupun masyarakat luas dengan paket pembinaan yang meliputi KIE dan pelayanan kesehatan fisik, gizi agar dapat mempersiapkan diri mengahadapi masa tua.
b. Kelompok usia lanjut dalam masa prasenium ( 55- 64 tahun ) dalm keluarga, organisasi masyarakat usia lanjut dan masyarakat pada umumnya, dengan paket pembinaan yang meliputi KIE dan pelayanan agar dapat mempertahankan kondisi kesehatannya dan tetap produktif.
c. Kelompok usia lanjut dalam masa senescens ( > 65 tahun ) dan usia lanjut dan resiko tinggi ( > dari 70 tahun ), hidup sendiri, terpencil, menderita penyakit berat, cacad dan lain-lain, dengan paket pembinaan yang meliputi KIE dan pelayanan kesehatan agar dapat selama mungkin mempertahankan kemandiriannya.

2) Sasaran tidak langsung.

a. Keluarga dimana usia lanjut berada.
b. Organisasi sosial yang berkaitan dengan pembinaan usia lanjut.
c. Institusi pelayanan kesehatan dan non kesehatan yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan pelayanan rujukan.
d. Masyarakat luas.

KEGIATAN USIA LANJUT

a. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut.

1) Upaya Peningkatan.

Yaitu upaya menggairahkan semangat hidup bagi usia lanjut agar mereka tetap dihargai dan tetap berguna baik bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat.
Upaya peningkatan dapat berupa kegiatan penyuluhan tentang :

a) Kesehatan dan pemeliharaan kebersihan diri.
b) Makanan dengan menu yang mengandung gizi seimbang.
c) Kesegaran jasmani yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kemampuan usia lanjut agar tetap merasa sehat dan segar.
d) Pembinaan mental dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang maha esa.
e) Membina ketrampilan agar dapat mengembangkan kegemaran sesuai dengan kemampuan.
f) Meningkatkan kegiatan sosial dimasyarakat.

2) Upaya Pencegahan

yaitu pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya penyakit maupun komplikasi penyakit yang disebabkan oleh proses ketuaan.
Upaya pencegahan dapat berupa kegiatan antara lain :

a) Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan teratur untuk menemukan secara dini penyakit-penyakit usia lanjut.
b) Kesegaran jasmani yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kemampuan usia lanjut agar tetap merasa sehat dan segar.
c) Penyuluhan tentang penggunaan berbagai alat bantu misalnya : kacamata, alat bantu dengar dan lain-lain agar usia lanjut tetap dapat memberikan karya dan tetap merasa berguna.
d) Penyuluhan untuk mencegah terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan pada usia lanjut.
e) Pembinaan mental dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang maha esa.

3) Upaya Pengobatan

Yaitu uapaya pengobatan bagi usia lanjut.
Upaya pengobatan dapat berupa kegiatan sebagai berikut :
a) Pelayanan kesehatan dasar.
b) Pelayanan kesehatan spesialistik melalui sistim rujukan.

4) Upaya Pemulihan

Yaitu uapaya mengembalikan fungsi organ yang telah menurun.
Upaya pemulihan dapat berupa kegiatan antara lain ;
a) Memberiakn informasi,pengetahuan dan pelayanan tentang penggunaan berbagai alat bantu misalnya : kacamata, alat bantu dengar dan lain-lain agar usia lanjut tetap dapat memberikan karya dan tetap merasa berguna sesuai kebutuhan dan kemampuan.
b) Mengembalikan kepercayaan pada diri sendiri dan memperkuat mental penderita.
c) Pembinaan usia lanjut dalam hal pemenuhan kebutuhan pribadi, aktivitas di dalam maupun diluar rumah.
d) Nasihat cara hidup yang sesuai dengan penyakit yang diderita.
e) Perawatan fisioterapi.

b. Peningkatan Peran serta Masyarakat

Dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan yangmelibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian upaya kesehatan usia lanjut, dalam rangka menciptakan kemandirian masyarakat.


c. Pengembangan Upaya Kesehatan Usia Lanjut.

Pengembangan upaya kesehatan usia lanjut di Puskesmas adalah suatu upaya dalam menggunakan data yang diperoleh dari survei, studi, SP2TP, untuk mengembangkan peran serta masyarakat dan pelayanan dibidang upaya kesehatan usia lanjut.
Pengembangan ini dilaksanakan melalui forum mini lokakarya, mikro planing dan stratifikasi Puskesmas dalam rangka mencapai derajat kesehatan usia lanjut secara optimal.

e. Pencatatan dan Pelaporan.

Diintegrasikan kedalam sistem pencatatan dan pelaporan terpadu Puskesmas


Daftar Pustaka :
Pedoman kerja Puskesmas
Jilid IV
Depkes RI 1991/1992
Jakarta
Read On 0 komentar

ASKEP PEMASANGAN CVP

09:21
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DENGAN PEMASANGAN CVP

I. PENGERTIAN
Tekanan vena central (central venous pressure) adalah tekanan darah di AKa atau vena kava. Ini memberikan informasi tentang tiga parameter volume darah, keefektifan jantung sebagai pompa, dan tonus vaskular. Tekanan vena central dibedakan dari tekanan vena perifer, yang dapat merefleksikan hanya tekanan lokal.

I. LOKASI PEMANTAUAN
• Vena Jugularis interna kanan atau kiri (lebih umum pada kanan)
• Vena subklavia kanan atau kiri, tetapi duktus toraks rendah pada kanan
• Vena brakialis, yang mungkin tertekuk dan berkembang menjadi phlebitis
• Lumen proksimal kateter arteri pulmonalis, di atrium kanan atau tepat di atas vena kava superior

II. INDIKASI DAN PENGGUNAAN
• Pengukuran tekanan vena sentral (CVP).
• Pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium.
• Pengukuran oksigenasi vena sentral.
• Nutrisi parenteral dan pemberian cairan hipertonik atau cairan yang mengiritasi yang perlu pengenceran segera dalam sistem sirkulasi.
• Pemberian obat vasoaktif per drip (tetesan) dan obat inotropik.
• Sebagai jalan masuk vena bila semua tempat IV lainnya telah lemah.

III. KOMPLIKASI
Adapun komplikasi dari pemasangan kanulasi CVP antara lain :
• Nyeri dan inflamasi pada lokasi penusukan.
• Bekuan darah karena tertekuknya kateter.
• Perdarahan : ekimosis atau perdarahan besar bila jarum terlepas.
• Tromboplebitis (emboli thrombus,emboli udara, sepsis).
• Microshock.
• Disritmia jantung

III. PENGKAJIAN
Yang perlu dikaji pada pasien yang terpasang CVP adalah tanda-tanda komplikasi yang ditimbulkan oleh pemasangan alat.
• Keluhan nyeri, napas sesak, rasa tidak nyaman.
• Keluhan verbal adanya kelelahan atau kelemahan.
• Frekuensi napas, suara napas
• Tanda kemerahan / pus pada lokasi pemasangan.
• Adanya gumpalan darah / gelembung udara pada cateter
• Kesesuaian posisi jalur infus set
• Tanda-tanda vital, perfusi
• Tekanan CVP
• Intake dan out put
• ECG Monitor

IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan aktivitas berhubungan dengan pemasangan kateter vena central
Kriteria pengkajian focus :
• Kelemahan, kelelahan.
• Perubahan tanda vital, adanya disritmia.
• Dispnea.
• Pucat
• Berkeringat.

V. TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN
Pasien akan mencapai peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur, dibuktikan oleh menurunnya kelemahan dan kelelahan dan tanda vital DBN selama aktivitas.

VI. INTERVENSI
• Periksa tanda vital sebelum dan segera setelah aktivitas.
Rasionalisasi : Hipotensi ortostatik dapat terjadi dengan aktivitas.
• Catat respons kardiopulmonal terhadap aktivitas, catat takikardi, disritmia, dispnea, berkeringat, pucat.
Rasionalisasi : penurunan/ketidakmampuan miokardium untuk meningkatkan volume sekuncup selama aktivitas, dapat menyebabkan peningkatan segera pada frekuensi jantung dan kebutuhan oksigen, juga peningkatan kelelahan dan kelemahan.
• Kaji presipitator/penyebab kelemahan contoh nyeri.
Rasionalisasi : Nyeri dan program penuh stres jugas memerlukan energi dan menyebabkan kelemahan.
• Anjurkan latihan ROM aktif atau bila pasien tidak dapat memenuhinya lakukan ROM pasif setiap 6 jam.
Rasionalisasi : ROM dapat meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki sirkulasi dan mengurangi rasa tidak nyaman.
• Jelaskan bahwa gangguan aktivitas adalah kondisi sementara yang diharuskan hanya selama waktu pemantauan sementara.
Rasionalisasi : Penjelasan dapat mengurangi anxietas karena rasa takut terhadap pemasangan CVP.
• Berikan bantuan dalam aktivitas perawatan diri sesuai indikasi.
• Rasionalisasi : Pemenuhan kebutuhan perawatan diri pasien tanpa mempengaruhi pemasangan CVP.

DAFTER PUSTAKA

Anna Owen, 1997. Pemantauan Perawatan Kritis. EGC. Jakarta.

Carpenito, Lynda Juall, 2000. Diagnosa Keperawatan .EGC. Jakarta.

Doenges M.E. at all, 1993. Rencana Asuhan Keperwatan. Edisi 3. EGC. Jakarta

Hudak & Gallo, 1997. Keperawatan Kritis Edisi VI Volume I. EGC. Jakarta.
Read On 1 komentar

ASKEP KERACUNAN

09:16
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN INTOKSIKASI INSEKTISIDA

A. Pengertian.
Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya.
Istilah peptisida pada umumnya dipakai untuk semua bahan yang dipakai manusia untuk membasmi hama yang merugikan manusia.Termasuk peptisida ini adalah insektisida. Ada 2 macam insektisuda yang paling benyak digunakan dalam pertanian :
1. Insektisida hidrokarbon khorin ( IHK=Chlorinated Hydrocarbon )
2. Isektida fosfat organic ( IFO =Organo Phosphatase insectisida )
Yang paling sering digunakan adalah IFO yang pemakaiannya terus menerus meningkat. Sifat dari IFO adalah insektisida poten yang paling banyak digunakan dalam pertanian dengan toksisitas yang tinggi. Salah satu derivatnya adalah Tabun dan Sarin. Bahan ini dapat menembusi kulit yang normal (intact) juga dapaat diserap diparu dan saluran makanan,namun tidak berakumulasi dalam jaringan tubuh seperti golongan IHK.
Macam-macam IFO adalah malathion ( Tolly ) Paraathion,diazinon,Basudin,Paraoxon dan lain-lain. IFO ada 2 macam adalah IFO Murni dan golongan carbamate.Salah satu contoh gol.carbamate adalah baygon.

B. Patogenesis.
IFO bekerja dengan cara menghabat ( inaktivasi ) enzim asetikolinesterase tubuh ( KhE).Dalam keadaan normal enzim KhE bekerja untuk menghidrolisis arakhnoid( AKH ) dengan jalan mengikat Akh –KhE yang bersifat inaktif.Bila konsentrasi racun lebih tinggi dengan ikatan IFO- KhE lebih banyak terjadi. Akibatnya akan terjadi penumpukan Akh ditempat-tempat tertentu, sehingga timbul gejala gejal;a ransangan Akh yang berlebihan ,yang akan menimbulkan efek muscarinik, nikotinik dan SSP ( menimbulkan stimulasi kemudian depresi SSP )
Pada keracunan IFO ,ikatan Ikatan IFO – KhE bersifat menetap (ireversibel ) ,sedangkan keracunan carbamate ikatan ini bersifat sementara (reversible ).Secara farmakologis efek Akh dapat dibagi 3 golongan :
1. Muskarini,terutama pada saluran pencernaan,kelenjar ludah dan keringat,pupil,bronkus dan jantung.
2. Nikotinik,terutama pada otot-otot skeletal,bola mata,lidah,kelopak mata dan otot pernafasan.
3. SSP, menimbulkan nyeri kepala,perubahan emosi,kejang-kejang(Konvulsi ) sampai koma.
C. Gambaran Klinik.
Yang paling menonjol adalah kelainan visus,hiperaktifitas kelenjar ludah,keringat dan ggn saluran pencernaan,serta kesukaran bernafas.
Gejala ringan meliputi : Anoreksia, nyeri kepala, rasa lemah,rasa takut, tremor pada lidah,kelopak mata,pupil miosis.
Keracunan sedang : nausea, muntah-muntah, kejang atau kram perut, hipersaliva, hiperhidrosis,fasikulasi otot dan bradikardi.
Keracunan berat : diare, pupil pi- poin, reaksi cahaya negatif ,sesak nafas, sianosis, edema paru .inkontenesia urine dan feces, kovulsi,koma, blokade jantung akhirnya meningal.

D. Pemeriksaan.
1. Laboratorik.
Pengukuran kadar KhE dengan sel darah merah dan plasma, penting untuk memastikan diagnosis keracunan IFO akut maupun kronik (Menurun sekian % dari harga normal ).
Kercunan akut : Ringan : 40 - 70 %
Sedang : 20 - 40 %
Berat : < 20 %
Keracunan kronik bila kadar KhE menurun sampai 25 - 50 % setiap individu yang berhubungan dengan insektisida ini harus segara disingkirkan dan baru diizinkan bekerja kemballi kadar KhE telah meningkat > 75 % N
2. Patologi Anatomi ( PA ).
Pada keracunan acut,hasil pemeriksaan patologi biasanya tidak khas.sering hanya ditemukan edema paru,dilatsi kapiler,hiperemi paru,otak dan organ-oragan lainnya.

E. Penatalaksanaan.
1. Resusitasi.
Setelah jalan nafas dibebaskan dan dibersihkan,periksa pernafasan dan nadi.Infus dextrose 5 % kec. 15- 20 tts/menit .,nafas buatan,oksigen,hisap lendir dalam saluran pernafasan,hindari obat-obatan depresan saluran nafas,kalu perlu respirator pada kegagalan nafas berat.Hindari pernafasan buatan dari mulut kemulut, sebab racun organo fhosfat akan meracuni lewat mlut penolong.Pernafasan buatan hanya dilakukan dengan meniup face mask atau menggunakan alat bag – valve – mask.
2. Eliminasi.
Emesis, merangsang penderita supaya muntah pada penderita yang sadar atau dengan pemeberian sirup ipecac 15 - 30 ml. Dapat diulang setelah 20 menit bila tidak berhasil.
Katarsis,( intestinal lavage ), dengan pemberian laksan bila diduga racun telah sampai diusus halus dan besar.
Kumbah lambung atau gastric lavage, pada penderita yang kesadarannya menurun,atau pada penderita yang tidak kooperatif.Hasil paling efektif bila kumbah lambung dikerjakan dalam 4 jam setelah keracunan.
Keramas rambut dan memandikan seluruh tubuh dengan sabun.
Emesis,katarsis dan kumbah lambung sebaiknya hanya dilakukan bila keracunan terjadi kurang dari 4 – 6 jam . pada koma derajat sedang hingga berat tindakan kumbah lambung sebaiknya dukerjakan dengan bantuan pemasangan pipa endotrakeal berbalon,untuk mencegah aspirasi pnemonia.

3. Anti dotum.
Atropin sulfat ( SA ) bekerja dengan menghambat efek akumulasi Akh pada tempat penumpukan.
a. Mula-mula diberikan bolus IV 1 - 2,5 mg
b. Dilanjutkan dengan 0,5 – 1 mg setiap 5 - 10 - 15 menitsamapi timbulk gejala-gejala atropinisasi ( muka merah,mulut kering,takikardi,midriasis,febris dan psikosis).
c. Kemudian interval diperpanjang setiap 15 – 30 - 60 menit selanjutnya setiap 2 – 4 –6 – 8 dan 12 jam.
d. Pemberian SA dihentikan minimal setelaj 2 x 24 jam. Penghentian yang mendadak dapat menimbulkan rebound effect berupa edema paru dan kegagalan pernafasan akut yang sering fatal.

ASUHAN KEPERAWATAN.

A. Pengkajian.
Pengkajian difokusakan padfa masalah yang mendesak seperti jalan nafas dan sirkulasi yang mengancam jiwa,adanya gangguan asam basa,keadaan status jantung,status kesadran.
Riwayat kesadaran : riwayat keracunan,bahan racun yang digunakan,berapa lama diketahui setelah keracunan,ada masalah lain sebagi pencetus keracunan dan sindroma toksis yang ditimbulkan dan kapan terjadinya.

B. Masalah keperawatan. Yang mungkin timbul adalah :
• Tidak efektifnya pola nafas
• Resiko tinggi kekurangan cairan tubuh.
• Gangguan kesadaran
• Tidak efektifnya koping individu.

C. Intervensi.
• Pertolongan pertama yang dilakukan meliputi : tindakan umum yang bertujuan untuk keselamatan hidup,mencegah penyerapan dan penawar racun ( antidotum ) yan meliputi resusitasi, : Air way, breathing, circulasi eliminasi untuk menghambat absorsi melalui pencernaaan dengan cara kumbah lambung,emesis, ata katarsis dan kerammas rambut.
• Berikan anti dotum sesuai advis dokter minimal 2 x 24 jam yaitu pemberian SA.
• Perawatan suportif; meliputi mempertahankan agar pasien tidak samapi demamatau mengigil,monitor perubahan-perubahan fisik seperti perubahan nadi yang cepat,distress pernafasan, sianosis, diaphoresis, dan tanda-tanda lain kolaps pembuluh darah dan kemungkinan fatal atau kematian.Monitir vital sign setiap 15 menit untuk bebrapa jam dan laporkan perubahan segera kepada dokter.Catat tanda-tanda seperti muntah,mual,dan nyeri abdomen serta monotor semua muntah akan adanya darah. Observasi fese dan urine serta pertahankan cairan intravenous sesuai pesanan dokter.
• Jika pernafasan depresi ,berikan oksigen dan lakukan suction. Ventilator mungkin bisa diperlukan.
• Jika keracunan sebagai uasaha untuk mebunuh diri maka lakukan safety precautions . Konsultasi psikiatri atau perawat psikiatri klinis. Pertimbangkan juga masalah kelainan kepribadian,reaksi depresi,psikosis .neurosis, mental retardasi dan lain-lain.

SUMBER.

Emerton, D M ( 1989 ) Principle And Practise Of nursing , University of Quennsland Press, Australia.

Departemen kesehatan RI, ( 2000 ) Resusitasi jantung, paru otak Bantuan hidup lanjut ( Advanced Life Support ) Jakarta.

La/UPF Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr.Soetomo Surabaya,( 1994 ) Pedoman Diagnosis dan Terapi, Surabaya.

Phipps , ect, ( 1999 ) Medikal Surgical Nursing : Consept dan Clinical Pratise, Mosby Year Book, Toronto.
Read On 0 komentar
[Make Your Own] by Khaidir Muhaj | [Close]

Selamat Datang !!

selamat berkunjung di blog saya yang sederhana ini, semoga yang teman cari ada disini, silahkan copy paste artikel dalam blog ini, dgn menyertakan atau tdk menyertakan sumbernya, dan jangan lupa sebagai tanda persahabatan & terimakasih isilah buku tamu.

My Family

My Family
Alumni SPK Kesdam VI/TPR Banjarmasin. Alumnus Politeknik kesehatan Banjarmasin program khusus PKM Rantau. Seorang PNS PemKab. Tapin, Unit Kerja Puskesmas Lokpaikat - Rantau - Kalsel .

Yang Sedang Berkunjung

Anda Pengunjung Yang Ke

TERIMA KASIH

Telah berkunjung, mohon maaf jika terdapat kekurangan dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan tidak dapat memenuhi permintaan & pertanyaan teman teman, karena saya juga dalam proses pembelajaran dan terus akan belajar. dan seandainya artikel ini bermanfaat itu semata-mata hanya karena Allah SWT guna tercapainya keperawatan yang profesional. serta jangan lupa isi buku tamu, semoga sukses!

Pengikut