KHAIDIR MUHAJ BLOG'SITE
Tempat Asuhan Keperawatan dan Materi Kuliah Keperawatan

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN

10:12
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan bertujuan agar setiap penduduk mampu hidup sehat sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, yang merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan pembangunan nasional. Hal tersebut sejalan dengan tujuan sistem kesehatan nasional yaitu tercapainya kemampuan hidup sehat, melalui upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Mutu pelayanan keperawatan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, bahkan menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan di mata masyarakat (Aditama, 2004: 45).

Keperawatan adalah salah satu profesi di rumah sakit yang berperan penting dalam penyelenggaraan upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pada standar tentang evaluasi dan pengendalian mutu dijelaskan bahwa pelayanan keperawatan menjamin adanya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi dengan terus-menerus melibatkan diri dalam program pengendalian mutu di rumah sakit (Achir Yani, 2007: 1).

Hasil beberapa survei menunjukkan bahwa kepuasan pasien banyak dipengaruhi secara langsung oleh mutu pelayanan yang diberikan rumah sakit terutama yang berhubungan dengan fasilitas rumah sakit, proses pelayanan dan sumber daya yang bekerja di rumah sakit. Suryawati, dkk. (2008: 2) mengatakan bahwa sebagian besar keluhan pasien dalam suatu survei kepuasan menyangkut tentang keberadaan petugas yang tidak profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan diantaranya masih terdengar keluhan akan petugas yang tidak ramah dan acuh terhadap keluhan pasiennya. Selain itu juga masih sering terdengar tentang sulitnya meminta informasi dari tenaga kesehatan terutama dokter dan perawat, sulitnya untuk berkomunikasi dua arah dengan dokter, dan lain sebagainya yang mencerminkan betapa lemahnya posisi pasien sebagai penerima jasa pelayanan kesehatan.

Penelitian Pardani di rumah sakit Pemerintah kelas A di Surabaya tahun 2001, dengan menggunakan 100 orang pasien rawat inap menunjukkan bahwa 50% mengatakan puas terhadap pelaksanaan asuhan keperwatan; 25% cukup puas 25% dan tidak puas sebesar 25%. Penelitian Wirawan tahun 2000 tentang tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap asuhan keperawatan di sebuah rumah sakit di Jawa Timur juga menunjukkan hanya 17% dari seluruh pasien rawat inap yang mengatakan puas terhadap asuhan keperawatan, sedangkan 83% menyatakan tidak puas. Penelitian tersebut juga memberikan informasi bahwa keluhan utama pasien terhadap pelayanan keperawatan adalah kurangnya komunikasi perawat (80%), kurang perhatian (66,7%) dan kurang ramah (33,3%).

Kemudian penelitian Damayanti tentang harapan dan kepuasan pasien di sebuah rumah sakit pemerintah di Surabaya pada tahun 2000 yaitu dengan mengambil sampel 48 responden di UPF interna dan Paviliun menunjukkan bahwa pasien lebih mengharapkan kesabaran dan perhatian dari kinerja tenaga keperawatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 41% responden mengatakan kurang puas dengan pelayanan rumah sakit dan sebanyak 59% sisanya menyatakan puas. Khusus terhadap kinerja perawat, keluhan terbesar adalah perawat jarang menengok pasien bila tidak diminta dan bila dipanggil tidak segera datang (perawat datang sekitar 10 menit).

Hasil beberapa survey dan riset tersebut menunjukkan kondisi ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan. Hal itu terjadi nampaknya karena dinamika tuntutan pasien yang demikian cepat berubah namun tidak diimbangi dengan kecepatan perubahan pola kerja dan tindakan perawat. Perawat lebih banyak berfokus pada kinerja medik atau teknik keperawatan (pelaksanaan fungsi dependen atau fungsi pelimpahan dari dokter) padahal pasien nampaknya justru mengharapkan kinerja perawat sesuai normatifnya yaitu lebih berfokus pada aspek yang berkaitan dengan dimensi non teknik keperawatan (pelaksanaan fungsi independent). Nightingale dalam Potter dan Perry, (2001) merumuskan bahwa sebagai fokus dari nursing care adalah lingkungan, dimana perawat harus lebih berorientasi pada pemberian ketenangan, kenyamanan dan nutrisi yang memadai kepada pasien bukan pada proses penyakitnya atau pada pengobatannya.


Untuk Selengkapnya silahkan Download Format Zip. Semoga Bermanfaat!
Read On 2 komentar

FAKTOR TERJADINYA ISPA PADA BALITA

09:52
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Di Indonesia penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak. Episode penyakit batuk pilek pada balita di Indonesia diperkirakan sebesar 3 sampai 6 kali per tahun. Ini berarti seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun. Sebagai kelompok penyakit, ISPA juga merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien di sarana kesehatan. Sebanyak 40 % - 60 % kunjungan berobat di puskesmas dan 15 % - 30 % kunjungan berobat dibagian rawat jalan dan rawat inap rumah sakit disebabkan oleh ISPA (Dep.Kes.RI, 2002 : 9-10).

Word Healt Organization (WHO) memperkirakan insidens Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di negara berkembang dengan angka kematian balita diatas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15 % - 20 % pertahun. Menurut WHO ± 13 juta anak balita didunia meninggal setiap tahun dimana pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian dengan membunuh ± 4 juta anak balita setiap tahun (http:// syair.worpress.com/2009/04/26/faktor-resiko-kejadian-ISPA-pada-balita, diakses tanggal 13 0ktober 2009).


Kematian pada penderita ISPA terjadi jika penyakit telah mencapai derajat ISPA berat, paling sering kematian terjadi karena infeksi telah mencapai paru-paru atau pneumonia. Sebagian besar keadaan ini terjadi karena penyakit ISPA ringan yang diabaikan. Jika penyakitnya telah menjalar ke paru-paru dan anak tidak mendapat pengobatan serta perawatan yang tepat, anak tersebut bisa meninggal.
Terjadinya ISPA dipengaruhi atau disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti virus, keadaan daya tahan tubuh, umur, jenis kelamin, status gizi, imunisasi, dan keadaan lingkungan (pencemaran lingkungan seperti asap karena kebakaran hutan, polusi udara, ditambah dengan perubahan iklim terutama suhu, kelembaban, curah hujan) merupakan ancaman kesehatan bagi masyarakat terutama penyakit ISPA. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh faktor-faktor tersebut diatas tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku dan tingkat jangkauan ke pelayanan kesehatan yang masih rendah.

Dengan diketahuinya faktor-faktor yang bisa menyebabkan penyakit ISPA, maka diharapkan penyakit ISPA penanganannya dapat diprioritaskan. Disamping itu penyuluhan kepada ibu-ibu tentang penyakit ISPA perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan, serta penatalaksanaan dan pemberantasan kasus ISPA yang sudah dilaksanakan saat ini, diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi.

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang faktor resiko terjadinya ISPA pada balit.

Untuk Selengkapnya Silahkan Download formaf zip. Semoga Brmanfaat!
Read On 0 komentar

ASKEP KELUARGA DENGAN TB PARU

09:40
1. Pengertian TB Paru
Penyakit TBC adalah penyakit radang paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosa.

2. Tanda Dan Gejala Penyakit TB Paru
- Batuk yang lama
- Batuk disertai bercak darah
- Berkeringat dingin terutama jika malam hari.
- Badan terasa lemah
- Berat badan berkurang
- Nafsu makan menurun
- Panas badan berulang-ulang
- Dada menjadi bungkuk
- Kepala pusing
- Nafas sesak

Untuk Selengkapnya silahkan Download format zip
Read On 0 komentar

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT KUSTA DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA KUSTA

14:14
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kusta adalah penyakit yang masih banyak dijumpai pada masyarakat yang ekonominya menengah kebawah. Dengan pendidikan tentang kesehatan yang masih sangat kurang dan ekonomi keluarga yang sangat rendah. Permasalahan penyakit kusta ini bila dikaji secara mendalam merupakan masalah yang sangat kompleks dan merupakan permasalahan kemanusiaan seutuhnya (http://wardiatiyusuf.blogspot.com/2009/05/kusta.html Akses 15 Nopember 2009)

Dalam kenyataan sehari – hari kita bisa menyaksikan beragam tanggapan masyarakat tentang kusta. Ada yang biasa saja, namun lebih banyak yang takut, sinis, atau merasa jijik sehingga menghindarkan diri untuk bersinggungan dengan mereka. Kurangnya informasi yang benar tentang kusta turut membentuk persepsi keliru tentang mereka. Persepsi tersebut melahirkan stigma menyakitkan yang mengakibatkan terbentangnya jurang pemisah antara masyarakat umum dengan para penyandang kusta yang dipandang berbahaya. Padahal dari sisi medis penyakit kusta tidak lebih berbahaya daripada penyakit flu atau penyakit menular lainnya (Surbakti dkk, 2009)

Pandangan menyudutkan ini berdampak negatif bagi para penyandang kusta. Walaupun petugas kesehatan mengatakan seorang penderita kusta telah sembuh, tetapi masyarakat tetap menganggapnya sebagai penderita kusta. Bahkan penyandang kusta sendiri seringkali memandang cacat fisik permanen yang mereka alami sebagai tanda bahwa mereka memang mengidap penyakit kusta. Persepsi ini berlaku seumur hidup, sehingga kusta bukan semata – mata merupakan masalah kesehatan, melainkan juga masalah sosial (Surbakti dkk, 2009:43)

Masyarakat memahami bahwa para penyandang dan bekas penyandang kusta identik dengan golongan masyarakat miskin dan sebagian besar cacat fisik permanen. Kebanyakan anggota masyarakat masih mengalami ketakutan berinteraksi dengan mereka. Itulah sebabnya, mereka mengalami kesulitan ketika ingin bekerja secara mandiri. Banyak usaha pemerintah, lembaga sosial, maupun perorangan yang berupaya membantu mereka, misalnya menyediakan pelatihan atau dana untuk usaha. Tetapi umumnya upaya ini berakhir dengan kegagalan, karena para penyandang/bekas penyandang kusta tidak leluasa mengembangkan usaha, karena kesulitan mendapatkan konsumen. Oleh karena itu selama para penyandang/bekas penyandang kusta belum diterima masyarakat sama seperti warga lainnya, akan tetap sulit bagi mereka mendapatkan kehidupan sosial ekonomi yang baik.

Menurut Depkes RI (2005) Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan adalah melalui pembangunan kesehatan. Upaya perbaikan kesehatan antara lain dilakukan melalui pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan pemukiman dan perbaikan gizi masyarakat. Berbagai upaya pembangunan kesehatan telah di upayakan oleh pemerintah bersama masyarakat, namun penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat termasuk penyakit kusta. Penyakit kusta tersebar diseluruh dunia dengan endemisitas yang berbeda-beda. Distribusi penyakit kusta dunia pada 2003 menunjukkan India sebagai negara dengan jumlah penderita terbesar, diikuti oleh Brasil dan Myanmar (http://syair79.wordpress.com/20/09/09/01/skrining-dan-studi-epidemiologi-penyakit-kusta-di-puskesmas-kulisusu-kabupaten-buton-utara-sulawesi-tenggara-tahun-2009/ Akses 24 Oktober 2009)

Menurut Depkes RI (2005) Pada tahun 2003, distribusi kusta menurut waktu yaitu Penderita terdaftar di Indonesia pada akhir tahun Desember 2003 sebanyak 18.312 penderita yang terdiri dari 2.814 tipe Paucibasillary (PB) dan 15.498 tipe Multibacillary (MB) dengan Prevalensi Rate 0,86 per 10.000 penduduk terdapat di 10 provinsi, yaitu : Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, NAD, Papua, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Maluku dan Nusa Tenggara Timur (http://syair79.wordpress.com/20/09/09/01/skrining-dan-studi-epidemiologi-penyakit-kusta-di-puskesmas-kulisusu-kabupaten-buton-utara-sulawesi-tenggara-tahun-2009/ Akses 24 Oktober 2009)

Dari hasil survei di Propinsi Kalimantan Selatan hingga Juni 2007, tercatat jumlah penderita kusta tipe Paucibasillary (PB) mencapai 24 orang dan penderita kusta tipe Multibacillary (MB) mencapai 281 orang. Secara keseluruhan, Prevalensi Kusta di Kalimantan Selatan tergolong rendah yakni kurang dari satu penderita per 10.000 penduduk. Namun di beberapa kabupaten seperti Hulu Sungai Tengah, Barito Kuala, Tapin dan Balangan, penyakit ini tergolong masih tinggi yakni lebih dari satu penderita per 10.000 penduduk (http://hasanzainuddin.wordpress.com/2008/03/02/kusta-masih-jadi-persoalan-serius-di-kalsel/)


Untuk Selengkapnya..DOWNLOAD Password khaidirmuhaj
SEMOGA BERMANFAAT!
Read On 0 komentar

STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG IMUNISASI TT DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL

13:46
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Penyakit tetanus merupakan masalah yang serius dan dapat berakibat pada kematian. Penyakit ini dapat mengenai semua umur, tetapi lebih sering terjadi pada bayi baru lahir atau disebut dengan tetanus neonatorum. Saat ini tetanus neonatorum merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi di Indonesia, yang timbul sebagai akibat masih rendahnya cakupan pelayanan antenatal dan imunisasi TT. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan dan sikap yang termasuk sebagai faktor predisposisi yang menunjang ibu hamil untuk berperilaku.

Salah satu tujuan khusus dari program imunisasi adalah tercapainya Eliminasi Tetanus Maternal & Neonatal (insiden dibawah 1 per 1.000 kelahiran hidup dalam 1 tahun). (Depkes RI, 2006).

Untuk mencapai eliminasi tetanus pada ibu dan bayi, salah satu upaya pelayanan kesehatan yang perlu ditingkatkan adalah peningkatan cakupan program imunisasi khususnya imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Untuk mencegah tetanus/tetanus neonatal dapat diberikan pada ibu hamil 2 dosis primer dengan interval minimal 4 minggu dan untuk mempertahankan kekebalan terhadap tetanus pada WUS, maka dianjurkan untuk diberikan 5 dosis imunisasi Tetanus Toxoid (TT).


Tingkat kematian bayi 38 per 1000 kelahiran hidup. Penelitian Kesehatan Rumah Tangga menunjukkan bahwa penyebab kematian utama bagi bayi adalah infeksi saluran pernafasan (36%), diare (11%), tetanus neonatorum (9,8%), gangguan kelahiran sebelum waktunya (4,3%), dipteri, pertusis dan morbili (3,3%). ( Materi Kesehatan Komunitas, 2009).


Untuk Selengkapnya Silahkan.. Download Password khaidirmuhaj
Semoga bermanfaat!
Read On 0 komentar

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BERDASARKAN PEMBERIAN IMUNISASI BCG PADA ANAK

13:14
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dalam kerangka mencapai tujuan tersebut, pembangunan kesehatan dilaksanakan secara terarah, berkesinambungan dan realistis sesuai pentahapannya. Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat. Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi 34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007.

Secara keseluruhan, kesehatan ibu membaik dengan turunnya AKI, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan meningkat 20% dalam kurun 10 tahun, peningkatan yang besar terutama di daerah perdesaan, sementara persalinan di fasilitas kesehatan meningkat dari 24,3% pada tahun 1997 menjadi 46% pada tahun 2007. Namun masih ditemui disparitas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan cakupan imunisasi antar wilayah masih tinggi. Cakupan pemeriksaan kehamilan tertinggi 97,1% dan terendah 67%, sementara itu cakupan imunisasi lengkap tertinggi sebesar 73,9% dan cakupan terendah 17,3% (Depkes RI,2009).

Hingga kini imunisasi masih menjadi andalan dalam mengendalikan penyebaran berbagai penyakit infeksi, khususnya penyakit yang banyak menjangkiti anak-anak. Menurut para pakar imunisasi dunia, sedikitnya sebanyak 10 juta jiwa dapat diselamatkan pada tahun 2006 melalui kegiatan imunisasi. Bahkan hingga tahun 2015 sebanyak 70 juta jiwa anak-anak di negara miskin dapat diselamatkan dari penyakit-penyakit infeksi yang umumnya menjangkiti mereka.(Depkes RI, 2006).

Vaksin BCG sebaiknya diberikan sedini mungkin setelah anak lahir (usia 0-11 bulan), ini mengingat prevalensi penyakit tuberkulosis di Indonesia masih tinggi dan kekebalan terhadap penyakit itu tidak diturunkan dari ibu karena jenisnya adalah imunitas seluler.Berdasarkan program bahwa cakupan BCG harus mencapai target 90 % pertahun sehingga anak terbebas dari penyakit TBC.


Untuk Selengkapnya Silahkan.... Download SEMOGA BERMANFAAT
Read On 0 komentar

KHASIAT JENGKOL DAN PETE

11:14
Mendengar nama jengkol dan pete mungkin sebagian dari kita langsung mengerutkan dahi, sepertinya sangat alergi mendengar kedua nama buah itu.
Terlebih lagi golongan anak muda sekarang yang mengaku generasi metropolis yang bergaya metroseksual, mungkin langsung berekspresi muntah-muntah begitu mendengar atau diajak temannya mengkonsumsi buah ini, sambil berkata “payah lo men, ga’ modern”.

Karena itulah buah ini seakan-akan menjadi makanan orang-orang kelas bawahan alias kere. Padahal mungkin kita juga sudah maklum kalau kedua makanan ini adalah salah satu dari beberapa jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat, mungkin termasuk anda dan juga saya pernah memakannya, tetapi begitu ditanya orang mungkin kita akan berkata yang sebaliknya karena malu, gengsi atau seribu alasan lain pasti keluar agar tidak ketahuan. Yang lebih menggelikan lagi sewaktu ditanya temannya “lu makan jengkol”, dia jawab “engga”, tapi waktu menjawab keluar bau naga dari mulutnya, walah pasti malu banget deh. Sebenarnya tidak perlu malu kalau kita memang menyukai kedua jenis buahan atau makanan ini, karena selera makan orang memang berbeda-beda.
Tapi tahukah anda khasiat dari buah jengkol dan pete, setelah anda mengetahui khasiat dari kedua jenis buah ini mungkin pola pikir dan prasangka negative kita terhadap kedua jenis buahan khas Asia tenggara ini akan berubah.

Pertama jengkol, setelah diteliti dan diuji labolatorium, ternyata mengandung serat yang tinggi, asam jengkolat, vitamin (meskipun belum jelas jenisnya) dan juga mineral. Adapun khasiat dari jengkol menurut para ahli kesehatan yang saya ketahui dari situs wikipedia adalah sebagai berikut:
- Dapat memperlancar proses buang air besar / cuci perut, ini dikarenakan jengkol mengandung serat yang tinggi.
- Kemudian jengkol juga dapat mencegah penyakit diabetes / kencing manis, mungkin karena kandungan asam dan mineralnya.
- Dan yang ketiga ternyata jengkol dapat mencegah penyakit jantung koroner
Dan mungkin masih banyak lagi khasiatnya yang belum diketahui. Tetapi yang perlu diperhatikan disini adalah jangan terlalu banyak memakannya, kenapa? Karena jengkol juga ada efek negativenya, pertama yang biasa di timbulkan adalah penyakit yang disebut kejengkolan alias susah buang air kecil dan terasa sakit sekali sewaktu keluarnya, ada juga yang bilang penyakit ini anyang-anyangan.

Hal ini disebabkan karena kandungan asamnya, tetapi tidak semua yang mengkonsumsinya lantas mengalami kejengkolan, menurut ahli kesehatan tergantung kadar asam yang dikandung biji jengkol itu dan juga kadar asam yang terdapat di tubuh kita dan factor genetika dari kita mempengaruhi. Tetapi kalau kita mengalami kejengkolan jangan khawatir obatnya adalah banyak minum air putih dan soda. Kemudian yang paling umum dari akibat memakan jengkol adalah penyakit mulut naga alias bau mulut dan kencing kebo alias pesing. Ada yang bilang untuk mengatasinya dengan makan buah ketimun, minum kopi hitam atau mengunyah pucuk cengkeh, tapi mungkin yang paling mujarab dengan sikat gigi dan kumur-kumur dengan obat kumur.
Kedua pete, setelah mengalami uji klinis di labolatorium ternyata buah khas Indonesia ini mengandung protein dan lemak yang cukup tinggi bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi daripada tempe. Wah kalau begitu mungkin kita bisa membuat tempe dari bahan pete ya. Adapun khasiat dari buah pete yang penulis ketahui setelah melihat acara asal-usul di salah satu tv swasta adalah:

- Bisa membuat tubuh awet muda, mungkin disebabkan kandungan proteinnya yang bisa untuk regenerasi kulit, bahkan kabarnya pete Indonesia sebagian sudah diekspor ke Jepang dan dijadikan salah satu bahan kosmetik di sana.

- Menambah nafsu makan.
- Bagi sebagian orang biasanya untuk makanan pelengkap.
Adapun efek negative dari pete tidak beda jauh dengan saudaranya yaitu jengkol seperti bau mulut, kencing pesing, tetapi pete tidak mengakibatkan susah buang air kecil.
Lalu bagaimana hukumnya memakan jengkol dan pete dari segi agama? Menurut jumhur (sebagian besar) ulama memakannya adalah makruh (tidak berdosa tetapi kurang disukai) karena menimbulkan bau tidak sedap. Alasannya adalah hadits nabi yang artinya kurang lebih seperti ini (maaf kalau terdapat kesalahan) : “Orang yang memakan bawang putih atau bawang merah hendaknya jangan mendekati kami dan rumah ibadah kami”. (H.R. Imam Muslim). Menurut ulama maksud hadits ini adalah kalau memakan bawang putih atau merah dalam jumlah banyak dan menimbulkan bau mulut hendaknya jangan melakukan ibadah di masjid/musholla karena dikhawatirkan jama’ah yang lain akan terganggu, jadi cukup beribadah di rumah saja. Akan tetapi kalau sedikit dan tidak menimbulkan bau itu diperbolehkan karena tidak menggangu orang lan, dan kalau tidak menimbulkan bau menurut ulama hukum makruhnya pun dengan sendirinya menjadi hilang. Dan rasanya lucu juga ya, kalau sampai ada fatwa MUI hanya karena masalah jengkol dan pete.
Karena sama-sama dapat menimbulkan bau itulah pete dan jengkol dikiaskan (disamakan hukumnya) dengan memakan bawang putih atau merah.

sumber aslinya:
klik lihat
Read On 0 komentar

KHASIAT BUAH NANAS

23:28
Buah ini banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan. Juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain.
Bromelain berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit.

Beberapa khasiat buah Nanas yang telah masak:
  • bersifat dingin,
  • dapat mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan,
  • membantu pencernaan makanan di lambung,
  • antiradang,
  • peluruh kencing (diuretik),
  • membersihkan jaringan kulit yang mati,
  • mengganggu pertumbuhan sel kanker,
  • menghambat penggumpalan trombosit.
Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan buah nanas:
  1. Air perasan (Jus) Nanas: Cacingan, radang tenggorokan, Beri-beri, menurunkan berat badan, masalah pencernaan
  2. Daun Nanas (cuci bersih, ditumbuk halus, balurkan pada yang sakit): Untuk luka bakar, gatal dan bisul
  3. Ketombe: Sediakan 1/4 buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.
  4. Peradangan kulit: sediakan 1/2 buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari.
  5. Sembelit: minum air perasan dari 3 buah nanas, namun pilihlah buah yang belum matang benar dan agak sedikit asam.
Efek Samping:
  • Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis obat yang dapat menggugurkan kandungan. Karena itu, nanas dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid. Karena itu, perempuan hamil dilarang mengkonsumsi nanas muda.
  • memicu rematik. Di dalam saluran cerna, buah nanas terfermentasi menjadi alkohol. Ini bisa memicu kekambuhan rematik gout. Penderita rematik dan radang sendi dianjurkan untuk membatasi konsumsi nanas.
  • meningkatkan gula darah. Buah nanas masak mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Jadi, bagi penderita diabetes, sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan.
  • menimbulkan rasa gatal. Terkadang sehabis makan nanas segar, mulut dan lidah terasa gatal. Untuk menghindarinya, sebelum dimakan, rendamlah potongan buah nanas dengan air garam. Sederhana bukan?

sumber: Selengkapnya..
Read On 1 komentar

KHASIAT LENGKUAS

23:15
Tanaman bernama latin Alpinia Galanga dikenal juga dengan nama lain laos (jawa), laja (sunda), langkueh (Minang) dll. Bagian tanaman ini yang sering dipergunakan sebagai bahan obat adalah rimpang-nya.
Beberapa penyakit yang bisa di obati oleh lengkuas ini adalah: Aneka penyakit kulit, rematik, obat gosok, pelancar kemih

1. Penyakit kulit: Panu, kadas, kudis, koreng, borok
Pengobatan: Pengobatan luar, di oles di tempat yang sakit
Cara membuat: - Tumbuk halus rimpang lengkuas dengan bawang putih (perbandingan 1:4, 1 rimpang 4 bawang putih) sampai jadi bubur
- Oleskan/tempelkan di tempat yang sakit
- Untuk kurap yang telah menahun, tambahkan ramuan tadi dengan cuka
- Untuk Panu: sediakan rimpang segar, cacah hingga timbul seratnya, gosokkan pada bagian yang sakit

2. Obat gosok
Pengobatan: Pengobatan luar, di gosok pada perut
Cara membuat: - Iris rimpang lengkuas, rendam dalam alkohol
- Gosokkan irisan rimpang tadi ke perus yang sakit

3. Rematik
Pengobatan: Mandi air rebusan
Cara membuat: - Cuci bersih rimpang lengkuas lalu rebus
- Gunakan air rebusan yang masih hangat untuk mandi

4. Sakit kepala, nyeri dada, menguatkan lambung, memperbaiki pencernaan
Pengobatan: di jadikan bumbu dapur
Cara membuat: - Rimpang lengkuas yang di jadikan bumbu dapur di campur dalam masakan sehari-hari.

sumber: Selengkapnya..
Read On 0 komentar

KHASIAT DAUN SALAM

23:08
Daun salam (Syzygium polyanthum) sudah terkenal sebagai bumbu penyedap di ragam kuliner bangsa indonesia. Selain itu, ada juga khasiat daun salam dalam hal pengobatan alami seperti:
  • Diare
Cuci 15 lembar daun salam segar. Rebus dalam dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus
  • Kencing manis
Cuci 7-15 lembar daun salam segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus sebelum makan. Lakukan sehari 2 kali.
  • Menurunkan kadar kolesterol tinggi
Cuci 10-15 lembar daun salam segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus di malam hari. Lakukan setiap hari.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
Cuci 7-10 lembar daun salam, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas.
  • Maag
Cuci bersih 15-20 lembar daun salam segar. Rebus dengan 1/2 liter air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan gula enau secukupnya. Setelah dingin, minum airnya sebagai teh. Lakukan setiap hari sampai rasa perih dan penuh di lambung hilang.
  • Mabuk alkohol
Cuci 1 genggam buah salam masak, lalu tumbuk sampai halus. Peras dan saring, air yang terkumpul diminum sekaligus.
  • Kudis, gatal-gatal
Untuk pengobatan luar, cukup ambil daun, kulit, batang, atau akar salam seperlunya. Cuci bersih, lalu giling halus sampai menjad adonan seperti bubur. Balurkan ke tempat yang gatal, kemudian dibalut.

sumber: Suara merdeka
Read On 0 komentar

Khasiat Daun Sirih

23:00
Daun sirih sangat terkenal karena khasiatnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, yaitu dari mimisan (keluar darah dari hidung) sampai dengan diare dan sakit gigi

  • Mimisan
Ambil daun sirih satu lembar, gulung sambil di tekan agar keluar minyaknya lalu gunakan untuk menyumbat hidung yang mengeluarkan darh
  • Diare
Ambil 4 - 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa.
Tumbuk semua bahan bersama-sama sampai halus, lalu gosokkan pada bagian perut. Ulangi sampai sembuh
  • Sakit gigi
Pengobatan: Di kumur
1. daun sirih direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih lalu dinginkan air rebusan tersebut.
Gunakan air rebusan untuk berkumur. Diulang secara teratur sampai sembuh.
2. Ambil 2 lembar daun sirih yang telah diremas, garam secukupnya.

Caranya, bahan tersebuh diseduh dengan air panas sebanyak 1 gelas, kemudian aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin. Air tersebut digunakan untuk berkumur.

  • Alergi
Pengobatan: luar, di oleskan pada bagian yang gatal
Bahan: 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih.

Caranya, semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama hingga halus, kemudian digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.

  • Bronkhitis
Ambil 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu.

Caranya, daun sirih dirajang halus, kemudian direbus bersama gula batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, lalu disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari, masing-masing 3 sendok makan.

  • Keputihan
Ambil 7 - 10 lembar daun sirih.

Caranya, daun sirih direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih. Saat masih hangat, air rebusan daun sirih tersebut dipakai untuk membasuh dan membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.

sumber : lengkapnya...
Read On 1 komentar

PERAWATAN BUAH DADA PD IBU HAMIL & IBU SESUDAH MELAHIRKAN

22:27
Pengertian:
Perawatan payudara saat hamil adl merawat sedini mgkn payudara ibu pd saat kehamilan u/ m’persiapk’ payudara sbg penghasil ASI serta kebersihannya & tehnik perawatannya

Tujuan :
  • Memelihara kebersihan payudara.
  • Melenturkan & menguatkan puting.
  • Mengatasi puting susu datar/ terbenam.
  • Memperlancar pengeluaran ASI.

Untuk selengkapnya silahkan Download
Format Pdf
Format Ppt
Read On 0 komentar

TEKNIK PEDIATRIK : PEMBERIAN OKSIGEN

22:19
Pengertian :
Memberikan/ memasukkan O2 ke dlm paru2 pasien dg ggg sist. pernafasan, melalui sal. pernafsan bgn atas & menggunakan alat khusus.

Dilakuakn Kepada :
  1. Pasien dg hypoxia/ anoxia yg dsbb o/ :
  • Trauma paru2
  • Kelumpuhan alat2 pernafasan
  • Ggg pusat/ alat pernafasan
  • Shock & pasien dlm keadaan gawat
  • Kelainan pd alat pernafasan (tracheomalacia, atelectasis, RDS pd Neonatus)
  • Kelainan jantung
  • Serangan kejang yg lama (status convulsivus)
  • Sumbatan jln nafas
   2. Pasien dg narkose umum

Untuk selengkapnya silahkan  Download
Download 4shared Format Pdf
Download rapidshare Format pdf 
Download 4shared Format Ppt
Read On 0 komentar

NIFAS DAN KOMPLIKASINYA

22:12
Masa Nifas:
  1. Masa pemulihan
  2. Pasca persalinan sampai alat kandungan kembali seperti pra-hamil
  3. Lamanya 6 – 8 minggu
  4. Involusi → pulihnya kembali alat genetalia interna dan eksterna
  5. Timbulnya masa laktasi oleh pengaruh hormon laktogen dari hipofisis.

Perawatan Nifas:
  • Pengawasan 2 jam post partum
  • Post partum hari ke-5
Untuk selengkapnya silahkan  Download
Format Pdf
Format Ppt
Read On 0 komentar

NEBULIZER PADA BAYI / ANAK

21:48
Persiapan Peralatan:
  1. Baskom berisi air panas
  2. Obat jika diperlukan (mis. mentol,vicks)
  3. Handuk 2 buah
  4. Bengkok 2 buah
  5. Peniti 2 buah
  6. Vaseline dg sudip lidah
  7. Kain kasa bbrp potong
  8. Kain pengalas u/ baskom air panas

Untuk selengkapnya silahkan Download
Format Pdf
Format Ppt
Read On 0 komentar

MENGUKUR TEKANAN DARAH PADA BAYI/ANAK

21:41
Pengertian:
Mengukur TD pd anak dgn  menggunakan tensimeter atau sphigmomanometer air raksa

Tujuan:
Mengetahui TD pd anak, u/ menentukan tindakan keperawatan & membantu menentukan diagnosa

Dilakukan Kepada:
  1. Setiap pasien (scr rutin)
  2. Pasien tertentu, sesuai kebutuhan

Untuk selengkapnya silahkan Download
Format Pdf
Format Ppt
Read On 0 komentar

MENGHITUNG PERNAFASAN PADA BAYI/ANAK

21:34
Pengertian:
Menghitung jumlah p’nafasan (inspirasi yg diikuti ekspirasi) dlm 1 menit

Tujuan:
Mengetahui jumlah & sifat pernafasan dlm 1 (satu) menit, u/ mengetahui keadaan umum bayi/ anak

Dilakukan Kepada:
  1. Pada pasien bayi / anak yg baru masuk untuk dirawat
  2. Setiap pasien (scr rutin)
  3. Pasien tertentu, sewaktu-waktu sesuai kebutuhan
Untuk selengkapnya silahkan Download:
Format Pdf
Format Ppt

    Read On 0 komentar

    MENGHITUNG DENYUT NADI PADA BAYI/ANAK

    21:15
    Pengertian:
    Menghitung denyut nadi bayi/ anak melalui perabaan pd nadi

    Tujuan:
    Mengetahui jumlah denyut nadi dlm 1 (satu) menit

    Dilakukan kepada:
    1. pada pasien bayi/ anak yg baru masuk untuk dirawat
    2. Scr rutin pd bayi/ anak yg sdg dirawat
    3. Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pasien

    Untuk selengkapnya silahkan Download
    format Pdf
    format Ppt
    Read On 0 komentar

    MENGUKUR SUHU BADAN PADA BAYI/ANAK

    10:42
    PENGERTIAN
    • Mengukur suhu badan bayi/anak dgn thermometer

    TUJUAN
    • Mengetahui suhu badan bayi/anak untuk menentukan tindakan perawatan & membantu diagnosa.

    DILAKUKAN KEPADA
    • Setiap bayi/ anak yg baru dirawat
    • Setiap pasien secara rutin
    • Pasien tertentu sesuai kebutuhan
    Untuk Selengkapnya Silahkan :
    Read On 0 komentar

    PERAWATAN BAYI DALAM INKUBATOR

    10:18
    PENDAHULUAN
    • Inkubator mrpkn salah satu (cara ke 4) dr lima cara menghangatkan & mempertahankan suhu tubuh (kontak skin dg skin; kangaroo mother care/KMC;pemancar panas; ruangan yg hangat)

    • Dimana sebelumnya & sesudahnya dilakukan monitoring & evaluasi pengukuran suhu tubuh

    TUJUAN :
    1. Penghangatan berkelanjutan bayi 
    2.  Dengan berat badan < 1500 gr yang tidak dapat dilakukan kangaroo mother care/KMC Untuk bayi sakit berat : sepsis, gangguan nafas berat
     CARA MENGGUNAKAN
    1. • Bersihkan inkubator dg desinfektan stp hari, & bersihkan scr keseluruhan stp minggu a/ stp akan digunakan 
    2. • Tutup matras dg kain bersih 
    3. • Kosongkan air reservoir, dpt tumbuh bakte-ria yg berbahaya dlm air & meyerang bayi 
    4. • Atur suhu sesuai dg umur & BB bayi (lihat tabel) 
    5. • Hangatkan inkubator sebelum digunakan  
    6. • Bila diperluksan lakukan pengamatan seluruh tubuh bayi a/ terapi sinar, lepas semua pakaian bayi & segera diberikan pakaian kembali stlh selesai 
    7. • Tutup indikator scpt mungkin, jaga lubang selalu tertutup agar inkubator tetap hangat 
    8. • Gunakan satu inkubator u/ satu bayi
    Untuk Selengkapnya Silahkan:
    download Format Ppt

    Daftar Pustaka:

    • IDAI, MNH-JHPIEGO, Depkes RI, 19992000; 2002-2005, Maternal & Neonatal Health :Buku Panduan, Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir Untuk Dokter, Perawat, Bidan di RumahSakit Rujukan Dasar, Jakarta
    Read On 0 komentar

    Tahi Lalat Gatal, Kapan Perlu Diwaspadai?

    17:13
    By Petti Lubis - VIVAnews

    Tahi lalat atau andeng-andeng merupakan kumpulan sel-sel pigmen yang
    berwarna lebih gelap daripada bercak-bercak di kulit.
    Pada dasarnya, tidak semua tahi lalat berbahaya.
    Namun, bila ada perubahan yang signifikan pada tahi lalat Anda,
    sebaiknya hati-hati, karena ada kemungkinan bisa mengarah menjadi tumor kulit atau kanker.

    Kapan harus diwaspadai?
    - Jika bentuk tahi lalat menjadi tidak rata (asimetris).
    - Tepi tahi lalat tidak beraturan.
    - Tahi lalat meradang dan terasa gatal, serta terjadi perubahan
    warna.
    - Membesar dalam waktu singkat (terjadi perubahan diameter).

    Apa yang harus dilakukan?
    Sebaiknya periksakan diri ke dokter kulit untuk memastikan
    kelainan tahi lalat tersebut. Cara untuk memastikan apakah tahi lalat
    itu termasuk tumor jinak atau ganas adalah dengan biopsi
    (pengambilan jaringan).

    Yang perlu Anda tahu, tingkat keganasan tumor pada tahi lalat
    sangat bervariasi. Ada yang tidak menyebar, ada pula yang bisa
    menyebar cepat. Sehingga mampu berkembang hingga bisa
    menutupi wilayah sekitar tumbuhnya dengan cepat. Karena itu
    dalam beberapa bulan, tahi lalat sudah bisa menjalar ke wilayah
    lainnya pada tubuh ataupun wajah.
    Read On 1 komentar
    blog-indonesia.com
    Health Blogs
    SANG JUARA PERINGKAT WEBLOGS INDONESIA
    Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
    blogarama - the blog directory
    [Make Your Own] by Khaidir Muhaj | [Close]

    Selamat Datang !!

    selamat berkunjung di blog saya yang sederhana ini, semoga yang teman cari ada disini, silahkan copy paste artikel dalam blog ini, dgn menyertakan atau tdk menyertakan sumbernya, dan jangan lupa sebagai tanda persahabatan & terimakasih isilah buku tamu.

    My Family

    My Family
    Alumni SPK Kesdam VI/TPR Banjarmasin. Alumnus Politeknik kesehatan Banjarmasin program khusus PKM Rantau. Seorang PNS PemKab. Tapin, Unit Kerja Puskesmas Lokpaikat - Rantau - Kalsel .

    Yang Sedang Berkunjung

    Anda Pengunjung Yang Ke

    TERIMA KASIH

    Telah berkunjung, mohon maaf jika terdapat kekurangan dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan tidak dapat memenuhi permintaan & pertanyaan teman teman, karena saya juga dalam proses pembelajaran dan terus akan belajar. dan seandainya artikel ini bermanfaat itu semata-mata hanya karena Allah SWT guna tercapainya keperawatan yang profesional. serta jangan lupa isi buku tamu, semoga sukses!

    Pengikut